Garuda Indonesia – memperkenalkan wajah baru seragam tematik untuk awak kabinnya pada 14 Agustus 2026. Peluncuran busana tersebut berlangsung bertepatan dengan penerbangan perdana yang menghubungkan Bandung dan Denpasar.
Seragam tematik terbaru ini lahir melalui kolaborasi Garuda Indonesia bersama Sarinah. Keduanya membawa kekayaan budaya Indonesia ke dalam busana awak kabin melalui perpaduan wastra, kriya, serta pilihan warna yang mengambil inspirasi dari alam Nusantara.
Identitas seragam Garuda Indonesia tetap terlihat melalui penggunaan kebaya. Busana tersebut kini mendapatkan sentuhan berbeda lewat perpaduan kain batik karya desainer tekstil Obin dari BINhouse.
Obin bukan sosok baru dalam perjalanan seragam maskapai nasional tersebut. Pada 2010, ia pernah mendapatkan kepercayaan untuk menciptakan motif batik bagi seragam Garuda Indonesia. Dalam karya terbarunya, Obin menggunakan warna cokelat sebagai salah satu unsur utama.
Rona tersebut menggambarkan kehangatan tanah Indonesia yang subur serta kekayaan kawasan hutan tropis. Nuansa cokelat juga membawa cerita mengenai sejarah Nusantara yang sejak dahulu dikenal melalui perdagangan rempah-rempah.
Motif Lereng Membawa Filosofi Perjalanan
Kain batik pada seragam tematik terbaru menampilkan garis-garis yang bergerak mengalir. Inspirasi desain tersebut berasal dari motif lereng tradisional yang telah lama menjadi bagian dari kekayaan wastra Indonesia.
Susunan garis menghasilkan kesan gerak sekaligus menggambarkan perjalanan yang berkelanjutan. Di antara pola tersebut, terdapat siluet Garuda yang di tempatkan secara halus sehingga tidak mendominasi keseluruhan desain.
Obin memaknai pola lereng sebagai simbol perjalanan yang terus bergerak ke depan. Sementara itu, keberadaan simbol Garuda berfungsi sebagai pengingat terhadap akar budaya Indonesia yang selalu di bawa dalam setiap perjalanan.
Melalui rancangan tersebut, Obin berupaya menerjemahkan kekayaan alam Nusantara ke dalam bahasa wastra. Tradisi tetap menjadi fondasi utama, sedangkan pendekatan desain di buat agar sesuai dengan perkembangan zaman.
Kebaya yang memiliki karakter anggun berpadu dengan batik bergaris untuk menghasilkan penampilan klasik dengan nuansa lebih segar. Perpaduan tersebut juga mempertahankan identitas yang telah melekat pada awak kabin Garuda Indonesia.
Warna Selendang Terinspirasi Alam Nusantara
Selain kebaya dan batik, selendang menjadi bagian penting dari seragam tematik terbaru. Elemen ini menghadirkan sejumlah warna yang mengambil inspirasi langsung dari bentang alam Indonesia.
Nuansa biru dan toska menggambarkan gradasi langit serta kejernihan perairan tropis. Ketika selendang bergerak, susunan warnanya menciptakan kesan lembut menyerupai kepakan sayap.
Unsur merah dan putih turut disematkan sebagai representasi warna bendera Indonesia. Merah membawa makna keberanian, sedangkan putih menggambarkan ketulusan.
Gradasi pada kain di rancang agar memberikan kesan dinamis ketika awak kabin bergerak. Penggunaannya juga di sesuaikan dengan gestur pelayanan, termasuk saat menyambut penumpang memasuki pesawat hingga memberikan salam ketika perjalanan berakhir.
Aspek estetika bukan satu-satunya pertimbangan dalam pengembangan busana tersebut. Setiap bagian seragam tetap di rancang dengan memperhatikan ketentuan keselamatan yang berlaku dalam operasional penerbangan.

Seragam baru pramugari Garuda Indonesia hasil kolaborasi Sarinah X Obin dari BINhouse.
Kriya Bali Melengkapi Seragam Awak Kabin
Nuansa budaya semakin kuat melalui aksesori yang melengkapi penampilan awak kabin. Sarinah mengkurasi perhiasan yang di kerjakan oleh enam perajin lokal binaannya dari Gianyar, Bali.
Para perajin menghasilkan anting dan bros dengan mengadopsi motif ukiran Bun-bunan. Corak tradisional Bali tersebut mengambil inspirasi dari sulur tanaman yang tumbuh serta saling berkelindan.
Motif Bun-bunan membawa pesan mengenai kehidupan yang harmonis sekaligus pertumbuhan. Filosofi tersebut kemudian di terjemahkan melalui pemilihan sejumlah material dengan karakter warna berbeda.
Mother of pearl berwarna putih yang berasal dari budidaya air tawar menjadi salah satu bahan utama. Perhiasan tersebut juga menggunakan karang merah yang proses pemanenannya memperhatikan kelestarian ekosistem.
Batu turquoise dipilih untuk menggambarkan ketenangan langit. Sementara itu, lapis lazuli dengan rona biru ultramarine membawa simbol kebijaksanaan. Kombinasi material tersebut menghasilkan komposisi yang selaras dengan warna pada selendang.
Kolaborasi untuk Membawa Karya Nusantara Lebih Luas
Direktur Utama PT Sarinah (Persero), Raisha Syarfuan, menjelaskan bahwa keterlibatan perajin lokal menjadi bagian penting dari kolaborasi tersebut. Sarinah tidak hanya menjalankan fungsi kurasi, tetapi juga berupaya membantu pengembangan kemampuan para perajin.
Pendekatan itu di harapkan dapat membuka kesempatan bagi karya lokal untuk menjangkau konsumen serta audiens yang lebih luas. Kolaborasi dengan Garuda Indonesia sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan produk budaya Nusantara melalui industri penerbangan.
Menurut Raisha, karya dari berbagai daerah Indonesia memiliki peluang besar untuk mendapatkan tempat di tingkat internasional. Seragam awak kabin menjadi salah satu media yang dapat mempertemukan unsur budaya lokal dengan masyarakat dari berbagai negara.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, juga menekankan pentingnya mempertahankan karakter yang telah di kenal masyarakat. Pengembangan terbaru tidak meninggalkan identitas tersebut, melainkan memperkuatnya melalui eksplorasi warna, corak, dan kriya khas Nusantara.
Seragam Tematik Hadir di Penerbangan Tertentu
Pada tahap awal, Garuda Indonesia akan menggunakan seragam tersebut untuk penerbangan tematik serta penerbangan kenegaraan. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya membawa cerita mengenai kekayaan budaya Indonesia ke dalam pengalaman perjalanan udara.
Perpaduan kebaya dengan kain batik bermotif lereng membentuk fondasi utama penampilan. Selendang bernuansa alam memberikan karakter lebih dinamis, sementara aksesori buatan perajin Bali memperkuat sentuhan kriya.
Keseluruhan elemen tersebut menghasilkan busana yang tetap mempertahankan karakter elegan awak kabin Garuda Indonesia. Pada saat yang sama, setiap motif, warna, serta material membawa cerita tersendiri mengenai alam dan kebudayaan Nusantara.
Melalui seragam tematik terbaru ini, identitas Indonesia tidak hanya hadir dalam bentuk visual. Wastra, kriya, filosofi motif, hingga keterlibatan perajin lokal menjadi bagian dari cerita budaya yang ikut terbang bersama Garuda Indonesia.