Klub raksasa Spanyol – Real Madrid, secara resmi mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan pelatih kepala mereka, Xabi Alonso. Keputusan tersebut di umumkan satu hari setelah Los Blancos menelan kekalahan dari rival abadinya, Barcelona, pada ajang Piala Super Spanyol. Kekalahan tersebut menjadi momentum evaluasi besar bagi manajemen klub dalam menentukan arah tim ke depan.
Keputusan ini cukup mengejutkan publik sepak bola, mengingat Alonso baru menjalani masa kepelatihan yang relatif singkat bersama Real Madrid. Meski demikian, manajemen klub menilai bahwa perubahan di perlukan demi menjaga stabilitas dan ambisi kompetitif tim di berbagai ajang.
Pernyataan Resmi Klub dan Penghormatan terhadap Legenda
Dalam pernyataan resmi yang di rilis melalui kanal komunikasi klub, Real Madrid tetap menegaskan rasa hormat dan apresiasi yang tinggi terhadap Xabi Alonso. Klub menilai bahwa kontribusi Alonso tidak hanya di lihat dari perannya sebagai pelatih, tetapi juga dari sejarah panjangnya sebagai pemain yang pernah menjadi bagian penting kesuksesan klub.
Manajemen menegaskan bahwa Alonso merupakan figur yang merepresentasikan nilai-nilai inti Real Madrid, baik profesionalisme, dedikasi, maupun loyalitas. Oleh karena itu, hubungan emosional antara klub dan Alonso diyakini akan tetap terjaga meskipun kerja sama profesional telah berakhir. Klub juga menyampaikan bahwa pintu Real Madrid akan selalu terbuka bagi Alonso di masa mendatang.
Evaluasi Kinerja Xabi Alonso sebagai Pelatih
Secara statistik, performa Xabi Alonso selama menukangi Real Madrid tergolong cukup baik, namun di nilai belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi klub. Dalam total 34 pertandingan di berbagai kompetisi, Alonso berhasil mencatatkan 24 kemenangan, empat hasil imbang, dan enam kekalahan. Capaian tersebut menunjukkan konsistensi tertentu, namun belum cukup untuk membawa dominasi penuh di level domestik maupun internasional.
Di kompetisi Liga Spanyol, Real Madrid berada di posisi kedua klasemen sementara dengan raihan 45 poin. Mereka tertinggal empat poin dari Barcelona yang masih memimpin klasemen. Kondisi ini memunculkan tekanan besar, mengingat Real Madrid di kenal sebagai klub dengan standar prestasi yang sangat tinggi.
Selain itu, kekalahan dalam laga-laga krusial menjadi catatan penting bagi manajemen. Faktor tersebut di yakini berkontribusi besar dalam pengambilan keputusan untuk mengakhiri kerja sama lebih cepat dari yang di rencanakan.

Foto : Xabi Alonso
Latar Belakang Kepelatihan Xabi Alonso
Sebelum menangani Real Madrid, Xabi Alonso sempat mencuri perhatian publik sepak bola Eropa berkat kiprahnya bersama Bayer Leverkusen. Bersama klub Bundesliga tersebut, Alonso di kenal sebagai pelatih dengan pendekatan taktis modern serta kemampuan mengembangkan pemain muda.
Pengalaman tersebut membuat ekspektasi terhadap Alonso di Real Madrid sangat tinggi. Namun, perbedaan tekanan, karakter pemain, serta tuntutan prestasi di Santiago Bernabéu menjadi tantangan besar yang tidak mudah di hadapi dalam waktu singkat.
Alvaro Arbeloa Ditunjuk sebagai Pelatih Pengganti
Sebagai langkah lanjutan, Real Madrid menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pelatih baru tim utama. Arbeloa sebelumnya menjabat sebagai pelatih Real Madrid Castilla dan di kenal memiliki kedekatan dengan filosofi klub. Penunjukan ini di nilai sebagai upaya menjaga kesinambungan nilai dan identitas Real Madrid dari level akademi hingga tim senior.
Arbeloa, yang juga merupakan mantan pemain Real Madrid, di yakini memahami kultur klub serta tekanan yang menyertainya. Dengan pengalaman membina pemain muda, ia di harapkan mampu membawa pendekatan segar sekaligus menjaga stabilitas ruang ganti.
Harapan dan Arah Baru Real Madrid
Pergantian pelatih ini menandai fase baru bagi Real Madrid dalam menghadapi sisa musim kompetisi. Klub berharap keputusan strategis ini mampu memberikan dampak positif, baik dari sisi performa permainan maupun mentalitas tim. Dukungan penuh dari manajemen dan suporter di harapkan menjadi modal utama bagi Arbeloa dalam menjalankan tugas barunya.
Sementara itu, Xabi Alonso tetap di pandang sebagai bagian dari keluarga besar Real Madrid. Karier kepelatihannya di yakini masih panjang, dan banyak pihak menilai bahwa pengalaman singkat ini akan menjadi pembelajaran berharga bagi perjalanan profesionalnya di masa depan.