Pemerintah Indonesia menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pengalokasian anggaran yang signifikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2026. Program ini di posisikan sebagai salah satu kebijakan strategis nasional yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, khususnya peserta didik, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan struktur ekonomi nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa pendanaan untuk program MBG telah di siapkan secara memadai. Menurutnya, alokasi anggaran yang mencapai Rp 335 triliun memberikan jaminan kuat terhadap keberlanjutan pelaksanaan program tersebut. Dukungan fiskal dalam skala besar ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan MBG sebagai instrumen pembangunan jangka menengah dan panjang.
Dampak Fiskal dan Efek Pengganda terhadap Perekonomian
Besarnya anggaran MBG tidak hanya di maksudkan untuk menjamin pelaksanaan program, tetapi juga di harapkan mampu memberikan efek pengganda (multiplier effect) terhadap perekonomian nasional. Skema penyaluran dana yang dilakukan secara bertahap setiap kuartal memungkinkan aliran anggaran mengalir langsung ke sektor riil. Dengan estimasi penyaluran hampir Rp 80 triliun per kuartal, dana tersebut berpotensi menggerakkan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
Aliran dana MBG menyentuh berbagai mata rantai ekonomi, mulai dari sektor pertanian, peternakan, perikanan, pengolahan pangan, hingga logistik dan distribusi. Kondisi ini membuka peluang peningkatan permintaan terhadap produk pangan lokal serta mendorong tumbuhnya usaha mikro dan kecil di tingkat daerah. Dengan demikian, program MBG tidak hanya bersifat konsumtif, melainkan juga produktif dalam menopang pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan.
Penyerapan Tenaga Kerja dan Penguatan Ketahanan Pangan
Selain mendorong perputaran ekonomi, Program Makan Bergizi Gratis di perkirakan mampu menyerap jutaan tenaga kerja. Kebutuhan tenaga kerja muncul dari berbagai aspek pelaksanaan program, seperti penyediaan bahan pangan, pengolahan makanan, distribusi, hingga pengawasan mutu gizi. Hal ini menjadikan MBG sebagai salah satu kebijakan yang memiliki dimensi sosial-ekonomi yang luas.
Lebih lanjut, program ini juga berperan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Dengan meningkatnya permintaan pangan yang terencana dan berkelanjutan, petani dan produsen lokal memperoleh kepastian pasar. Kondisi tersebut di harapkan mampu meningkatkan pendapatan pelaku sektor pangan sekaligus menjaga stabilitas pasokan bahan makanan bergizi di dalam negeri.

Para siswa mengambil nampan berisi makanan yang dipasok oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sebuah sekolah dasar
Manfaat Langsung Program MBG bagi Peserta Didik
Setelah berjalan selama satu tahun di sekolah-sekolah, Program Makan Bergizi Gratis menunjukkan dampak langsung yang dirasakan oleh peserta didik. Tidak hanya dalam pemenuhan kebutuhan gizi harian, program ini juga memberikan manfaat ekonomi bagi siswa, terutama yang berasal dari keluarga berpenghasilan rendah. Uang jajan yang sebelumnya digunakan untuk membeli makan siang kini dapat dialokasikan untuk ditabung.
Fenomena ini terlihat dalam pelaksanaan MBG di SMK Negeri 1 Jakarta, di mana sejumlah siswa mengaku mampu menyisihkan uang jajan hingga Rp 15.000–Rp 20.000 per hari. Penghematan tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk belajar mengelola keuangan sejak dini, sekaligus mengurangi beban pengeluaran keluarga.
Pengaruh Asupan Gizi terhadap Konsentrasi dan Kenyamanan Belajar
Manfaat lain yang di rasakan siswa adalah peningkatan kenyamanan dan konsentrasi dalam proses pembelajaran. Dengan terpenuhinya kebutuhan makan bergizi di sekolah, siswa tidak lagi terganggu oleh rasa lapar saat mengikuti kegiatan belajar maupun praktik. Kondisi fisik yang lebih baik turut mendukung kesiapan mental siswa dalam menerima materi pelajaran.
Asupan makanan yang sehat dan teratur berkontribusi terhadap peningkatan daya fokus, stamina, serta semangat belajar. Hal ini menunjukkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis memiliki peran strategis dalam mendukung kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah, sejalan dengan tujuan pembangunan nasional di bidang pendidikan dan kesehatan.
Program MBG sebagai Instrumen Pembangunan Berkelanjutan
Secara keseluruhan, Program Makan Bergizi Gratis dapat di pandang sebagai kebijakan multidimensi yang mengintegrasikan aspek gizi, pendidikan, ekonomi, dan sosial. Dukungan anggaran yang besar pada tahun 2026 mempertegas posisi MBG sebagai salah satu pilar penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.