Pasar smartphone Indonesia kembali menunjukkan dinamika harga yang cukup signifikan. Sejumlah ponsel pintar dari merek Vivo, khususnya yang tergabung dalam lini Y Series, tercatat mengalami penyesuaian harga ke atas. Kenaikan ini terpantau terjadi pada beberapa model populer. Yang menyasar segmen menengah ke bawah, seperti Vivo Y21d dan Vivo Y04s. Besaran kenaikan harga bervariasi, mulai dari sekitar Rp 150.000 hingga hampir Rp 800.000 jika di bandingkan dengan harga saat pertama kali di luncurkan.

Fenomena ini menarik perhatian konsumen karena umumnya harga ponsel cenderung menurun seiring berjalannya waktu. Namun dalam kasus ini, justru terjadi tren sebaliknya, meskipun perangkat tersebut telah beredar cukup lama di pasaran Indonesia.

Perubahan Harga Vivo Y21d Berdasarkan Varian Memori

Vivo Y21d merupakan salah satu model Y Series yang paling terdampak kenaikan harga. Ponsel ini pertama kali di luncurkan di Indonesia pada awal November 2026 dengan empat pilihan konfigurasi RAM dan penyimpanan internal, yaitu 4/128 GB, 6/128 GB, 6/256 GB, dan 8/128 GB. Saat debut, varian terendah di jual dengan kisaran harga Rp 2,1 juta.

Berdasarkan pemantauan pada awal Januari 2026, harga Vivo Y21d varian 4/128 GB kini meningkat menjadi sekitar Rp 2,6 juta. Artinya, terdapat selisih kenaikan kurang lebih Rp 500.000 dari harga awal. Tidak hanya varian dasar, konfigurasi memori yang lebih tinggi juga mengalami lonjakan yang cukup tajam. Varian 8/128 GB, misalnya, saat ini dipasarkan dengan harga sekitar Rp 3,4 juta, naik hampir Rp 800.000 di bandingkan harga rilis sebelumnya yang berada di kisaran Rp 2,6 juta.

Kenaikan ini berlaku merata di berbagai kanal penjualan resmi, baik melalui situs resmi Vivo Indonesia maupun marketplace yang menjadi mitra resmi perusahaan. Hal tersebut mengindikasikan bahwa penyesuaian harga di lakukan secara terpusat dan bukan di sebabkan oleh distributor tertentu.

Vivo Y04s Ikut Mengalami Penyesuaian Harga

Selain Vivo Y21d, model lain yang mengalami perubahan harga adalah Vivo Y04s. Ponsel ini pertama kali diperkenalkan ke pasar Indonesia pada Juli 2025. Dengan satu pilihan konfigurasi RAM dan penyimpanan, yaitu 4/64 GB. Saat peluncuran, harga yang di tawarkan berada di kisaran Rp 1,4 juta.

Seiring berjalannya waktu, harga Vivo Y04s varian 4/64 GB kini meningkat menjadi sekitar Rp 1.549.000. Kenaikan sebesar Rp 150.000 ini tergolong lebih kecil di bandingkan Vivo Y21d. Namun tetap cukup terasa bagi konsumen di segmen entry-level. Selain itu, Vivo juga menambahkan varian penyimpanan yang lebih besar, yakni 4/128 GB, yang kini di pasarkan dengan harga sekitar Rp 1,8 juta.

Penambahan opsi memori ini dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi struktur harga, meskipun tidak sepenuhnya menjelaskan kenaikan pada varian awal yang sudah lebih dulu beredar.

Harga HP Vivo Y Series di Indonesia mengalami kenaikan hingga Rp 800 ribu

Vivo Y04s(Vivo)

Model Vivo Lain Tidak Terdampak Kenaikan Harga

Menariknya, penyesuaian harga ini tampaknya hanya terjadi pada lini Y Series. Model Vivo dari seri lain, seperti V Series dan X Series, termasuk perangkat flagship dan ponsel lipat, tidak menunjukkan adanya kenaikan harga serupa. Hal ini memperkuat dugaan bahwa kebijakan harga yang diterapkan Vivo bersifat selektif dan di sesuaikan dengan segmen pasar tertentu.

Kondisi tersebut juga menimbulkan pertanyaan di kalangan pengamat industri mengenai faktor apa saja yang memengaruhi perubahan harga pada lini Y Series, sementara seri lain tetap stabil.

Dugaan Faktor Global di Balik Kenaikan Harga

Hingga kini, pihak Vivo Indonesia belum memberikan pernyataan resmi terkait alasan kenaikan harga sejumlah model Y Series. Namun, penyesuaian harga ini terjadi di tengah isu global mengenai kelangkaan chip memori. Industri semikonduktor saat ini menghadapi peningkatan permintaan yang signifikan, terutama dari sektor teknologi kecerdasan buatan (AI), yang membutuhkan kapasitas memori besar.

Situasi tersebut berdampak pada ketersediaan dan harga komponen memori secara global. Meski demikian, belum dapat di pastikan apakah krisis pasokan chip memori ini secara langsung menjadi penyebab utama kenaikan harga HP Vivo di Indonesia. Tanpa konfirmasi resmi dari pihak produsen, faktor tersebut masih bersifat dugaan.

Penutup

Kenaikan harga HP Vivo Y Series di Indonesia menjadi fenomena yang patut dicermati. Terutama bagi konsumen yang mempertimbangkan perangkat di kelas menengah ke bawah. Perubahan harga yang cukup signifikan. Khususnya pada Vivo Y21d, menunjukkan adanya dinamika pasar yang tidak selalu mengikuti pola penurunan harga seiring usia produk. Ke depan, transparansi dari pihak produsen terkait faktor penentu harga akan sangat membantu konsumen dalam mengambil keputusan pembelian yang lebih tepat.