Langkah petenis muda Indonesia – Janice Tjen, harus terhenti pada babak kedua Australian Open 2026. Bertanding melawan wakil Republik Ceko yang lebih berpengalaman, Karolina Pliskova, Janice belum mampu membendung permainan agresif lawannya dan harus mengakui kekalahan dalam dua set langsung dengan skor 4-6 dan 4-6.
Pertandingan yang berlangsung di ANZ Arena pada Kamis (22/1) pagi WIB tersebut menampilkan duel menarik antara semangat juang petenis muda dan pengalaman pemain papan atas dunia. Meski kalah, Janice tetap menunjukkan perlawanan yang patut diapresiasi sepanjang pertandingan.
Awal Pertandingan yang Menjanjikan bagi Janice Tjen
Pada set pertama, Janice Tjen tampil cukup percaya diri sejak awal pertandingan. Ia mampu mengamankan gim pembuka dan unggul lebih dulu dengan skor 1-0. Permainan solid dari baseline serta keberanian dalam melakukan rally panjang membuat Janice sempat mengimbangi ritme permainan Pliskova.
Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Karolina Pliskova mulai menemukan momentum dengan meningkatkan intensitas permainan. Servis keras dan pukulan datar khasnya mulai menyulitkan Janice. Tiga gim beruntun berhasil di raih Pliskova hingga membalikkan keadaan menjadi unggul 3-1.
Janice tidak menyerah begitu saja. Wakil Indonesia tersebut berusaha memperkecil jarak dengan bermain lebih sabar dan memanfaatkan kesalahan lawan. Usahanya membuahkan hasil ketika skor berubah menjadi 3-4. Meski demikian, pengalaman Pliskova berbicara di momen-momen krusial. Ia mampu menjaga fokus dan menutup set pertama dengan kemenangan 6-4.

Petenis putri Indonesia Janice Tjen.
Set Kedua: Tekanan Agresif Pliskova Semakin Terasa
Memasuki set kedua, tekanan dari Karolina Pliskova semakin meningkat. Janice terlihat sedikit kewalahan menghadapi tempo permainan yang lebih cepat. Pliskova langsung unggul 2-0 berkat servis yang konsisten dan penempatan bola yang sulit di jangkau.
Janice kembali mencoba bangkit dengan memperbaiki variasi pukulan. Ia berhasil mendekatkan skor menjadi 2-3 setelah beberapa rally panjang di menangkannya. Momentum sempat berpihak pada Janice ketika sebuah servis kerasnya gagal di kembalikan Pliskova, membuat skor kembali ketat.
Namun, Pliskova menunjukkan ketenangan luar biasa. Ia kembali menjauh dengan keunggulan 4-2 setelah memanfaatkan kesalahan sendiri yang dilakukan Janice. Pada gim ketujuh, pertandingan berlangsung sangat ketat dengan beberapa kali deuce tercipta. Sayangnya, sebuah pukulan backhand Janice yang melebar memberikan keuntungan penting bagi Pliskova untuk unggul 5-3.
Janice sekali lagi menunjukkan semangat pantang menyerah. Ia mampu merebut satu gim dan memperkecil kedudukan menjadi 4-5. Akan tetapi, saat Pliskova mendapat giliran servis, ia tampil sangat efektif. Dua servis keras yang tidak mampu di kembalikan Janice memastikan kemenangan Pliskova di set kedua dengan skor 6-4.
Evaluasi dan Harapan ke Depan bagi Janice Tjen
Kekalahan ini memang menghentikan langkah Janice Tjen di Australian Open 2026, namun penampilannya tetap memberikan banyak catatan positif. Menghadapi lawan dengan pengalaman dan peringkat lebih tinggi, Janice mampu memberikan perlawanan yang kompetitif dan tidak mudah menyerah di setiap poin.
Pertandingan ini menjadi pengalaman berharga bagi Janice untuk meningkatkan konsistensi permainan, terutama dalam menghadapi tekanan di poin-poin krusial. Dengan usia dan jam terbang yang masih berkembang, Janice memiliki peluang besar untuk terus meningkatkan performanya di turnamen-turnamen besar berikutnya.
Bagi tenis Indonesia, kehadiran Janice Tjen di panggung Grand Slam merupakan sinyal positif bagi regenerasi atlet. Meski hasil kali ini belum sesuai harapan, proses dan pengalaman yang di dapatkan akan menjadi modal penting untuk perjalanan kariernya ke depan. Jika konsistensi dan mental bertanding terus diasah, bukan tidak mungkin Janice akan kembali tampil lebih kuat di ajang internasional mendatang.