Perampokan – terjadi di Desa Klumpang Kebun, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Seorang pria berinisial DP (27) meninggal dunia setelah menjadi sasaran amukan massa. Peristiwa ini di duga dipicu oleh upaya perampokan terhadap seorang pengemudi taksi online yang terjadi pada Kamis malam, 22 Januari 2026.

Kejadian tersebut mengundang perhatian publik karena melibatkan layanan transportasi daring yang kian menjadi bagian penting dari aktivitas masyarakat. Aparat kepolisian pun langsung turun tangan untuk menangani kasus ini dan memastikan kronologi kejadian dapat terungkap secara menyeluruh.

Dugaan Perampokan Bermula dari Pemesanan Aplikasi

Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Agus Purnomo, peristiwa bermula saat DP memesan layanan taksi online melalui sebuah aplikasi transportasi daring. Pesanan tersebut di terima oleh pengemudi berinisial DI (36).

Korban menjemput pelaku di wilayah Kota Binjai, kemudian melanjutkan perjalanan menuju lokasi tujuan di Desa Paya Bakung. Situasi awal perjalanan berlangsung normal tanpa adanya kecurigaan dari pihak pengemudi. Namun, kondisi berubah drastis ketika kendaraan berada di tengah perjalanan.

AKP Agus menjelaskan bahwa pelaku secara tiba-tiba melancarkan aksinya dengan mencekik dan menganiaya korban dari arah belakang. Serangan mendadak ini membuat korban panik dan berada dalam situasi yang sangat membahayakan keselamatannya.

Korban Ambil Tindakan Darurat dengan Membanting Setir

Dalam kondisi terancam, korban berusaha mempertahankan diri. Pelaku sempat meminta korban untuk menghentikan laju kendaraan. Namun, karena merasa nyawanya dalam bahaya, korban mengambil keputusan darurat dengan membanting setir ke arah kanan.

Akibat tindakan tersebut, mobil yang di kemudikan korban keluar jalur dan masuk ke area persawahan di sekitar lokasi kejadian. Setelah kendaraan berhenti, korban dan pelaku terlibat pergumulan singkat di dalam dan sekitar mobil.

Korban kemudian berteriak meminta pertolongan kepada warga serta pengendara lain yang melintas di sekitar lokasi. Teriakan tersebut segera menarik perhatian masyarakat sekitar.

Massa Datang dan Pelaku Tewas di Lokasi

Sejumlah warga dan pengendara yang mendengar teriakan korban langsung mendatangi tempat kejadian perkara. Melihat kondisi korban yang di duga menjadi sasaran perampokan, emosi massa pun memuncak.

Pelaku akhirnya menjadi sasaran amukan warga hingga mengalami luka parah. DP di nyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum sempat mendapatkan pertolongan medis. Situasi tersebut kemudian berhasil di kendalikan setelah aparat kepolisian tiba di lokasi.

Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara terkait kasus begal taksi online yang tewas diamuk massa.

Ilustrasi tempat kejadian perkara (TKP).

Polisi Amankan Lokasi dan Evakuasi Jenazah

Mendapat laporan adanya keributan dan dugaan tindak kriminal, pihak kepolisian segera menuju lokasi kejadian. Petugas melakukan pengamanan area serta mengumpulkan keterangan awal dari saksi-saksi di sekitar tempat kejadian.

Jenazah pelaku kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk penanganan lebih lanjut. Sementara itu, kendaraan milik korban yang sempat terperosok ke sawah juga di evakuasi oleh pihak berwenang untuk di jadikan barang bukti dalam proses penyelidikan.

Keluarga Pelaku Tolak Dilakukan Otopsi

Dalam perkembangan selanjutnya, pihak kepolisian berkoordinasi dengan keluarga DP terkait proses penanganan jenazah. Keluarga pelaku menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai sebuah musibah.

AKP Agus Purnomo mengungkapkan bahwa pihak keluarga telah menandatangani surat pernyataan penolakan otopsi dan tidak mengajukan keberatan atas peristiwa yang terjadi. Dengan adanya pernyataan tersebut, proses otopsi tidak di lakukan.

Kasus Masih Dalam Penanganan Kepolisian

Hingga saat ini, kepolisian masih mendalami kasus tersebut guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa dapat terungkap secara objektif. Fokus penyelidikan mencakup dugaan percobaan perampokan, tindakan main hakim sendiri oleh massa, serta perlindungan hukum bagi korban.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan bagi pengemudi transportasi daring serta masyarakat luas agar tidak mengambil tindakan di luar jalur hukum. Aparat kepolisian mengimbau agar setiap dugaan tindak kriminal diserahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang guna mencegah jatuhnya korban jiwa di kemudian hari.