Pasar kendaraan listrik global memasuki fase persaingan baru pada 2025. BYD berhasil mencatatkan pencapaian penting dengan merebut posisi teratas sebagai produsen mobil listrik terbesar di dunia. Keberhasilan ini sekaligus mengakhiri dominasi Tesla yang sebelumnya memimpin pasar selama hampir satu dekade.

Perubahan kepemimpinan tersebut tidak terjadi secara tiba-tiba. Melemahnya kinerja Tesla sepanjang 2025 menjadi salah satu faktor utama. Di saat yang sama, BYD justru menunjukkan pertumbuhan yang konsisten, baik di pasar domestik maupun internasional. Kondisi ini mencerminkan pergeseran strategi dan kekuatan dalam industri otomotif global.

Penurunan Kinerja Pengiriman Tesla

Sepanjang 2025, Tesla menghadapi tekanan yang semakin besar. Distribusi kendaraan perusahaan mengalami penurunan di bandingkan tahun sebelumnya. Tren ini bahkan berlanjut untuk tahun kedua secara berturut-turut, menandakan adanya tantangan struktural yang tidak ringan.

Pada kuartal terakhir 2025, jumlah kendaraan yang di kirimkan Tesla tercatat sekitar 418 ribu unit. Angka tersebut mengalami penurunan signifikan di bandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Selain itu, realisasi ini juga berada di bawah proyeksi analis pasar.

Secara tahunan, total pengiriman Tesla berada di kisaran 1,64 juta unit. Meskipun angka ini masih tergolong besar, perlambatan pertumbuhan menjadi sorotan utama. Perubahan kebijakan insentif kendaraan listrik dan meningkatnya persaingan global turut memengaruhi kinerja perusahaan.

Pertumbuhan BYD yang Semakin Solid

Di sisi lain, BYD justru mencatatkan performa yang jauh lebih kuat. Produsen asal China tersebut membukukan pengiriman hampir 2,26 juta unit kendaraan listrik baterai sepanjang 2025. Capaian ini menjadi yang tertinggi secara global.

Keunggulan BYD tidak hanya berasal dari pasar domestik. Sebaliknya, ekspansi internasional menjadi pendorong utama pertumbuhan. Sepanjang tahun yang sama, penjualan BYD di luar China mencapai sekitar 1 juta unit. Angka tersebut melonjak tajam di bandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, strategi harga yang kompetitif membuat produk BYD lebih mudah diterima oleh konsumen global. Kombinasi antara efisiensi produksi dan penetrasi pasar yang agresif memperkuat posisi perusahaan di tengah persaingan yang ketat.

 

BYD menggeser Tesla sebagai produsen mobil listrik terbesar dunia 2025

(Sumber Foto Dari Google)

Performa BYD di Pasar Eropa

Eropa menjadi wilayah penting dalam strategi pertumbuhan BYD. Selama sebelas bulan pertama 2025, jumlah pendaftaran kendaraan BYD di Jerman dan Inggris tercatat lebih tinggi dibandingkan Tesla. Kedua negara ini merupakan pasar kendaraan listrik terbesar di kawasan Eropa.

Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa merek asal China semakin mendapat kepercayaan konsumen Eropa. Selain faktor harga, peningkatan kualitas produk juga berperan penting. Dengan tren ini, BYD menargetkan distribusi hingga 1,6 juta unit kendaraan di luar China pada 2026.

Walaupun target global belum diumumkan secara rinci, arah ekspansi perusahaan terlihat semakin jelas. Fokus utama tetap pada peningkatan volume penjualan internasional.

Strategi Tesla Menghadapi Persaingan

Sementara itu, Tesla berupaya menahan laju penurunan dengan menyesuaikan strategi bisnisnya. Pada Oktober 2025, perusahaan meluncurkan varian standar dari Model Y dan Model 3. Varian ini di tawarkan dengan harga lebih rendah di bandingkan model sebelumnya.

Langkah tersebut ditujukan untuk menarik konsumen yang semakin sensitif terhadap harga. Terlebih lagi, sejumlah insentif pajak kendaraan listrik di Amerika Serikat telah berakhir. Namun demikian, respons pasar masih terbatas.

Sebagian investor menilai strategi ini belum cukup agresif. Selain itu, Tesla di nilai belum menghadirkan model baru yang benar-benar menyasar segmen massal.

Fokus Tesla pada Teknologi Masa Depan

Di tengah tekanan pada bisnis otomotif, Tesla mulai mengalihkan fokus ke pengembangan teknologi. Perusahaan kini memprioritaskan kecerdasan buatan, layanan robotaxi, serta robot humanoid. Arah ini menjadi perhatian utama investor.

Analis memperkirakan bahwa keberhasilan Tesla pada 2026 akan sangat bergantung pada realisasi proyek-proyek tersebut. Di sisi lain, permintaan mobil listrik di Amerika Serikat diproyeksikan tumbuh lebih lambat.

Meskipun demikian, saham Tesla tetap mencatatkan kenaikan sepanjang 2025. Hal ini menunjukkan bahwa pasar masih menyimpan optimisme terhadap prospek jangka panjang perusahaan.

Dinamika Baru Industri Mobil Listrik Global

Secara keseluruhan, industri mobil listrik global kini memasuki babak baru. BYD tampil sebagai pemimpin penjualan berkat ekspansi agresif dan strategi harga yang efektif. Sementara itu, Tesla menghadapi tantangan untuk menyeimbangkan bisnis otomotif dengan ambisi teknologi jangka panjang. Persaingan di perkirakan akan semakin ketat dalam beberapa tahun ke depan.