Gerhana Bulan Total 2026 – Fenomena Gerhana Bulan Total yang berlangsung pada Selasa, 3 Maret 2026, di pastikan dapat diamati dari wilayah Indonesia. Informasi tersebut di sampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui keterangan resminya. Puncak gerhana di perkirakan mulai terjadi pukul 18.03 WIB dengan total durasi fenomena mencapai 5 jam 41 menit.
BMKG menjelaskan bahwa fase totalitas, yakni saat Bulan sepenuhnya berada dalam bayangan inti Bumi, berlangsung sekitar 59 menit. Wilayah Indonesia bagian timur memiliki peluang lebih besar untuk menyaksikan fase awal gerhana secara jelas. Sementara itu, masyarakat di wilayah barat Indonesia akan melihat Bulan sudah dalam kondisi gerhana saat terbit.
Fenomena ini menjadi momen astronomi yang di nantikan karena menampilkan perubahan warna Bulan menjadi kemerahan, yang populer di sebut sebagai blood moon.
Penjelasan Ilmiah Gerhana Bulan Total
Gerhana Bulan Total terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus. Pada posisi ini, Bumi berada di antara Matahari dan Bulan sehingga cahaya Matahari tidak sepenuhnya mencapai permukaan Bulan.
Akibatnya, Bulan memasuki bayangan inti Bumi atau umbra. Dalam kondisi tersebut, Bulan tidak sepenuhnya gelap. Sebaliknya, Bulan justru tampak berwarna merah. Warna ini muncul akibat fenomena hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi.
Cahaya Matahari yang melewati atmosfer akan mengalami penyebaran. Gelombang cahaya pendek seperti biru lebih banyak terhambur, sedangkan gelombang cahaya panjang seperti merah dapat menembus atmosfer dan mencapai Bulan. Inilah sebabnya saat puncak gerhana, Bulan terlihat berwarna merah tembaga.
Jadwal Puncak Gerhana di Berbagai Wilayah Indonesia
Berdasarkan laporan BMKG, waktu puncak gerhana berbeda menyesuaikan zona waktu di masing-masing wilayah.
Wilayah Indonesia Barat (WIB) seperti Padang, Pekanbaru, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Pontianak, dan sejumlah kota lain mengalami puncak gerhana sekitar pukul 18.33 WIB.
Wilayah Indonesia Tengah (WITA) termasuk Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Samarinda, hingga Manado, mengalami puncak gerhana sekitar pukul 19.33 WITA.
Sementara itu, wilayah Indonesia Timur (WIT) seperti Ambon, Jayapura, Sorong, hingga Merauke, dapat menyaksikan puncak gerhana sekitar pukul 20.33 WIT.
Khusus Banda Aceh dan Medan, masyarakat tidak dapat menyaksikan fase puncak secara langsung karena Bulan terbit dalam kondisi sudah memasuki fase total. Namun demikian, fase lanjutan seperti akhir gerhana total, gerhana sebagian, hingga gerhana penumbra masih dapat di amati.
Wilayah Dunia yang Dapat Menyaksikan Gerhana
Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 tidak hanya terlihat di Indonesia. Fenomena ini juga dapat di amati dari kawasan Asia Timur, Asia Tenggara, Australia, serta sebagian wilayah timur Amerika. Peristiwa ini merupakan anggota ke-27 dari total 71 gerhana dalam satu siklus seri tertentu. Gerhana yang berkaitan sebelumnya tercatat terjadi pada 21 Februari 2008.

Ilustrasi blood moon saat Gerhana Bulan. Gerhana Bulan Total 3 Maret, Ini Waktu yang Tepat Menyaksikan ‘Blood Moon’ di 38 Provinsi
Cara Aman Menyaksikan Gerhana Bulan Total
Berbeda dengan gerhana Matahari, Gerhana Bulan Total aman di saksikan secara langsung tanpa alat pelindung mata. Hal ini karena cahaya yang terlihat hanyalah pantulan sinar Matahari dari permukaan Bulan.
Agar pengamatan maksimal, masyarakat di sarankan memilih lokasi terbuka dengan pandangan leluasa ke arah timur. Area dengan minim polusi cahaya seperti perbukitan atau pantai akan memberikan pengalaman visual yang lebih optimal.
Penggunaan binokular atau teleskop kecil dapat membantu memperjelas detail permukaan Bulan selama fase totalitas. Bagi yang ingin mengabadikan momen, tripod dan lensa telefoto akan membantu menghasilkan gambar yang stabil dan tajam.
Selain itu, penting untuk memeriksa prakiraan cuaca sebelum melakukan pengamatan. Langit yang cerah menjadi faktor utama agar fenomena blood moon dapat terlihat dengan jelas.
Gerhana Berikutnya
BMKG juga mencatat bahwa Gerhana Bulan Total selanjutnya di jadwalkan terjadi pada 31 Desember 2026. Fenomena ini kembali menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyaksikan salah satu peristiwa astronomi paling menarik sepanjang tahun.
Dengan durasi panjang dan fase totalitas hampir satu jam, Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 menjadi momen yang sayang untuk di lewatkan. Masyarakat di berbagai wilayah Indonesia di imbau memanfaatkan kesempatan ini untuk menikmati keindahan langit malam sekaligus memahami proses ilmiah di baliknya.