Konflik Israel Iran – Ketegangan antara Israel dan Iran kembali menjadi sorotan internasional setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengungkapkan bahwa sejumlah ilmuwan nuklir Iran menjadi target dalam operasi militer Israel. Pernyataan tersebut di sampaikan Netanyahu dalam konferensi pers yang berlangsung pada Kamis, 12 Maret 2026, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara kedua negara.

Dalam penjelasannya, Netanyahu menegaskan bahwa operasi militer yang di lakukan Israel tidak hanya berfokus pada penghancuran persenjataan Iran, tetapi juga menargetkan fasilitas produksi rudal serta proyek pengembangan nuklir yang di nilai membahayakan keamanan Israel.

Target Operasi: Persediaan Rudal dan Proyek Nuklir Iran

Menurut Netanyahu, operasi militer yang sedang di jalankan Israel di rancang untuk melemahkan kemampuan militer Iran secara signifikan. Ia menjelaskan bahwa pasukan Israel telah melancarkan serangan terhadap berbagai infrastruktur strategis yang berkaitan dengan pengembangan rudal dan teknologi nuklir.

Selain fasilitas produksi dan penyimpanan rudal, operasi tersebut juga di arahkan kepada individu-individu yang di anggap memiliki peran penting dalam pengembangan senjata nuklir Iran. Netanyahu menyebut bahwa para ilmuwan senior yang terlibat dalam proyek tersebut menjadi sasaran utama dalam operasi militer terbaru.

Ia menegaskan bahwa langkah ini di lakukan sebagai upaya untuk mencegah ancaman yang di anggap dapat membahayakan keberlangsungan negara Israel. Dalam pernyataannya, Netanyahu bahkan mengklaim bahwa sejumlah ilmuwan yang terlibat dalam program tersebut telah tewas dalam serangan yang di lakukan Israel.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa strategi militer Israel tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik. Tetapi juga pada sumber daya manusia yang terlibat dalam pengembangan teknologi militer Iran.

Kerja Sama Erat dengan Amerika Serikat

Dalam kesempatan yang sama, Netanyahu juga menyoroti hubungannya dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia mengungkapkan bahwa komunikasi antara dirinya dan Trump berlangsung secara intens selama konflik berlangsung.

Netanyahu menyatakan bahwa keduanya hampir setiap hari berdiskusi mengenai perkembangan situasi serta langkah-langkah strategis yang perlu di ambil. Menurutnya, kerja sama tersebut mencerminkan hubungan yang sangat erat antara Israel dan Amerika Serikat.

Ia juga mengungkapkan bahwa Trump menyebut hubungan mereka jauh lebih kuat di bandingkan hubungan presiden Amerika sebelumnya dengan pemimpin Israel. Kedekatan tersebut, kata Netanyahu, tercermin dalam berbagai keputusan strategis yang di ambil selama konflik berlangsung.

Konflik Israel Iran

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Israel Klaim Menargetkan Tokoh Penting Iran

Selain menyinggung ilmuwan nuklir Iran, Netanyahu juga mengklaim bahwa Israel telah menargetkan sejumlah tokoh penting dalam pemerintahan Iran. Ia menyatakan bahwa operasi militer tersebut telah memberikan dampak signifikan terhadap struktur kepemimpinan Iran.

Dalam pernyataannya, Netanyahu menyebut bahwa beberapa figur penting dalam rezim Iran telah berhasil di singkirkan dalam waktu yang relatif singkat. Ia juga menyinggung perubahan dalam struktur kepemimpinan Iran, termasuk munculnya nama Mojtaba Khamenei yang di sebut-sebut mendapatkan dukungan dari Islamic Revolutionary Guard Corps.

Netanyahu mengklaim bahwa situasi politik di Iran saat ini sedang mengalami tekanan besar akibat operasi militer yang dilakukan Israel.

Upaya Melemahkan Pemerintahan Republik Islam Iran

Lebih lanjut, Netanyahu menjelaskan bahwa tujuan dari tekanan militer tersebut tidak hanya sebatas menghancurkan kemampuan militer Iran. Ia menyatakan bahwa operasi tersebut juga di maksudkan untuk melemahkan pemerintahan Republik Islam Iran yang telah berkuasa selama puluhan tahun.

Menurutnya, tekanan militer yang dilakukan Israel dapat membuka peluang bagi masyarakat Iran untuk menuntut perubahan politik di negara tersebut. Netanyahu menilai bahwa rakyat Iran selama ini hidup di bawah pemerintahan yang menindas.

Dalam konteks tersebut, Israel juga di sebut telah menargetkan organisasi militer penting Iran seperti Islamic Revolutionary Guard Corps serta kelompok paramiliter Basij yang selama ini berperan dalam menjaga stabilitas pemerintahan Iran.

Pesan Netanyahu kepada Rakyat Iran

Di akhir pernyataannya, Netanyahu menyampaikan pesan langsung kepada masyarakat Iran. Ia menyatakan bahwa peluang untuk menuju kebebasan politik semakin terbuka jika rakyat Iran berani melakukan perubahan terhadap pemerintahan yang ada.

Ia menegaskan bahwa Israel mendukung aspirasi rakyat Iran untuk mendapatkan kehidupan yang lebih bebas. Namun, Netanyahu juga menekankan bahwa perubahan tersebut pada akhirnya harus datang dari rakyat Iran sendiri.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa konflik antara Israel dan Iran tidak hanya berkaitan dengan aspek militer, tetapi juga memiliki dimensi politik yang lebih luas, termasuk dinamika kekuasaan di dalam negeri Iran.

Dengan meningkatnya ketegangan antara kedua negara, situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah di perkirakan akan terus menjadi perhatian dunia internasional dalam waktu dekat.