Qualcomm kembali memperkuat posisinya di pasar chipset premium dengan memperkenalkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 pada akhir tahun 2025. Chipset ini di rancang sebagai solusi utama untuk smartphone kelas atas yang akan di rilis sepanjang 2026. Sejak di umumkan, prosesor ini langsung menarik perhatian produsen besar karena menawarkan peningkatan performa dan efisiensi yang signifikan.

Selain peningkatan spesifikasi, Snapdragon 8 Elite Gen 5 juga mencerminkan arah baru Qualcomm dalam mengoptimalkan kinerja prosesor mobile. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika chipset ini segera di adopsi oleh berbagai merek global, termasuk Samsung.

Samsung Hadirkan Varian Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy

Samsung kembali melanjutkan kolaborasinya dengan Qualcomm melalui varian khusus bertajuk Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy. Varian ini di rancang eksklusif untuk lini Galaxy S26 series. Seperti generasi sebelumnya, versi for Galaxy menghadirkan penyesuaian teknis yang tidak di temukan pada versi reguler.

Perbedaan utama terletak pada kecepatan CPU. Dua inti utama pada versi for Galaxy mampu berjalan hingga 4,74 GHz. Sementara itu, enam inti performa lainnya beroperasi pada 3,63 GHz. Angka ini lebih tinggi di bandingkan versi standar yang memiliki kecepatan maksimum sekitar 4,16 GHz.

Dengan selisih clock tersebut, peningkatan performa di perkirakan akan terasa pada tugas berbasis single-core. Aktivitas seperti membuka aplikasi berat dan pemrosesan data cepat akan mendapatkan manfaat langsung. Namun demikian, peningkatan ini tetap di jaga agar tidak mengorbankan stabilitas sistem.

Sektor Grafis Tidak Mengalami Perubahan Signifikan

Berbeda dengan CPU, sektor grafis pada Snapdragon 8 Elite Gen 5 tidak menunjukkan perbedaan mencolok antara varian reguler dan for Galaxy. Keduanya sama-sama menggunakan GPU Adreno 840 dengan konfigurasi serupa. Oleh sebab itu, lonjakan performa grafis tidak menjadi fokus utama dalam pengembangan varian eksklusif ini.

Meski begitu, GPU tersebut tetap mampu menangani kebutuhan visual modern. Rendering grafis, gaming kelas berat, serta pemrosesan multimedia tetap berjalan optimal. Dengan demikian, pengguna masih dapat menikmati pengalaman visual yang konsisten di seluruh varian perangkat flagship.

Strategi Chipset Galaxy S26 Tidak Seragam Secara Global

Samsung menerapkan pendekatan berbeda dalam distribusi chipset untuk Galaxy S26 series. Di beberapa pasar utama seperti Amerika Serikat, Kanada, dan China, lini Galaxy S26 di perkirakan akan sepenuhnya menggunakan chipset Snapdragon.

Sebaliknya, di wilayah lain, Galaxy S26 dan S26+ berpeluang ditenagai Exynos 2600. Strategi ini menunjukkan upaya Samsung dalam menyeimbangkan kinerja, efisiensi produksi, dan kemandirian teknologi. Sementara itu, Galaxy S26 Ultra di proyeksikan menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy di seluruh pasar global.

Ilustrasi chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy pada Galaxy S26 Series

(Image : Samsung)

Exynos 2600 Menjadi Tonggak Teknologi 2nm Samsung

Di sisi lain, Samsung juga mencatat pencapaian penting melalui peluncuran Exynos 2600. Chipset ini menjadi prosesor smartphone pertama yang di produksi menggunakan teknologi fabrikasi 2 nanometer Gate-All-Around. Teknologi ini menawarkan efisiensi daya yang lebih baik serta pengendalian suhu yang lebih stabil.

Langkah ini menjadi penting mengingat performa termal Exynos generasi sebelumnya sering di bandingkan dengan chipset pesaing. Oleh karena itu, Samsung memfokuskan pengembangan Exynos 2600 pada keseimbangan antara performa tinggi dan efisiensi energi.

Desain CPU Baru dengan Pendekatan Berbeda

Exynos 2600 mengusung CPU 10-core berbasis arsitektur Arm v9.3. Berbeda dari generasi sebelumnya, Samsung menghilangkan core hemat daya konvensional. Sebagai gantinya, di gunakan kombinasi core utama dan core menengah berperforma tinggi.

Konfigurasi ini terdiri dari satu core utama C1-Ultra berkecepatan hingga 3,8 GHz, tiga core C1-Pro berkecepatan 3,25 GHz, serta enam core C1-Pro efisiensi di 2,75 GHz. Melalui desain ini, Samsung mengklaim peningkatan performa CPU hingga 39 persen di banding Exynos 2500.

Selain itu, dukungan instruksi ARM SME2 meningkatkan kemampuan pemrosesan kecerdasan buatan. Dampaknya terasa pada fitur berbasis AI yang membutuhkan latensi rendah dan efisiensi tinggi.

GPU Xclipse 960 dan Teknologi AI untuk Gaming

Untuk grafis, Exynos 2600 di bekali GPU Xclipse 960. Samsung mengklaim performa GPU ini meningkat hingga dua kali lipat di banding generasi sebelumnya. Selain itu, kemampuan ray tracing juga mengalami peningkatan signifikan.

Sebagai pelengkap, Samsung memperkenalkan teknologi Exynos Neural Super Sampling. Teknologi ini memanfaatkan kecerdasan buatan untuk meningkatkan resolusi dan menghasilkan frame tambahan. Dengan demikian, pengalaman bermain game menjadi lebih mulus tanpa konsumsi daya berlebih.