Desa wisata Di Lombok – Lombok menjadi salah satu destinasi wisata populer di Nusa Tenggara Barat (NTB). Pulau ini terkenal dengan panorama pantainya yang menawan serta Gunung Rinjani yang menjadi tujuan favorit pencinta wisata alam. Namun, daya tarik Lombok sebenarnya tidak berhenti pada dua destinasi tersebut.

Wisatawan juga dapat menemukan sejumlah desa wisata dengan karakter dan keunikan masing-masing. Berkunjung ke desa-desa tersebut memberikan pengalaman berbeda karena pengunjung dapat berinteraksi lebih dekat dengan kehidupan masyarakat lokal.

Selain mengenal kebudayaan Suku Sasak, wisatawan bisa melihat rumah tradisional, mencicipi kuliner khas, menyaksikan kesenian daerah, hingga mengikuti aktivitas di kawasan pedesaan. Pengalaman tersebut membuat perjalanan ke Lombok tidak hanya berisi kegiatan menikmati panorama alam.

Berdasarkan informasi Indonesia Travel pada Sabtu (29/8/2026), desa wisata dapat menjadi alternatif bagi pelancong yang ingin mengisi liburan sambil mengenal tradisi dan budaya masyarakat Lombok secara lebih dekat.

Berikut beberapa desa wisata unik di Lombok yang menawarkan pengalaman menarik untuk wisatawan.

1. Desa Bilebante, Menikmati Suasana Pedesaan yang Hijau

Desa Bilebante terletak di Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu desa wisata hijau karena masih memiliki lingkungan pedesaan yang asri.

Suasana yang relatif jauh dari keramaian perkotaan menjadi salah satu daya tarik Desa Bilebante. Wisatawan dapat menikmati hamparan persawahan sekaligus melihat aktivitas masyarakat setempat.

Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan adalah bersepeda mengelilingi kawasan desa. Aktivitas tersebut memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk menikmati pemandangan pedesaan Lombok dengan suasana yang lebih santai.

Selain bersepeda, wisatawan dapat mengenal proses budidaya berbagai tanaman herbal. Desa Bilebante juga menawarkan kegiatan yang berhubungan dengan kebugaran dan relaksasi sehingga cocok untuk wisatawan yang mencari ketenangan selama liburan.

Pengalaman wisata di Bilebante semakin lengkap dengan hadirnya kuliner dan minuman lokal. Pengunjung antara lain dapat mencicipi jamu serta lemongrass tea atau teh serai.

Perpaduan antara lingkungan hijau, aktivitas masyarakat, dan suasana tenang membuat Desa Bilebante cocok menjadi alternatif destinasi bagi wisatawan yang ingin merasakan kehidupan pedesaan di Lombok.

2. Desa Adat Sade, Mengenal Tradisi Suku Sasak

Wisatawan yang tertarik mempelajari budaya masyarakat asli Lombok dapat mengunjungi Desa Adat Sade. Desa ini dikenal sebagai salah satu kawasan yang mempertahankan berbagai tradisi Suku Sasak.

Karakter budaya Desa Sade terlihat dari bentuk rumah tradisional masyarakatnya. Bangunan di kawasan tersebut masih menggunakan sejumlah material khas, seperti ijuk pada bagian atap dan anyaman bambu untuk dinding. Sementara itu, bagian lantainya menggunakan tanah.

Arsitektur tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan karena memperlihatkan bentuk hunian tradisional masyarakat Sasak.

Tidak hanya melihat rumah adat, pengunjung juga mempunyai kesempatan untuk mengenal proses pembuatan kain tenun khas Lombok. Kegiatan menenun telah menjadi bagian penting dari kehidupan dan kebudayaan masyarakat setempat.

Berbagai cendera mata khas juga tersedia dan dapat menjadi pilihan oleh-oleh bagi pengunjung. Dengan demikian, perjalanan ke Desa Sade dapat memberikan pengalaman wisata sekaligus memperkenalkan warisan budaya masyarakat lokal.

Desa Adat Sade sebelumnya mengalami kebakaran yang menyebabkan kerusakan besar. Setelah kejadian tersebut, kawasan desa direncanakan dibangun kembali dengan target penyelesaian sebelum penyelenggaraan MotoGP Mandalika.

Desa wisata di Lombok dengan budaya lokal dan suasana pedesaan khas Nusa Tenggara Barat

Desa Sesaot, Nusa Tenggara Barat

3. Desa Bonjeruk, Perpaduan Budaya dan Jejak Sejarah

Desa wisata lain yang menarik untuk dikunjungi adalah Desa Bonjeruk. Lokasinya berada di Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah.

Berdasarkan informasi Indonesia Travel, perjalanan menuju Desa Bonjeruk dapat ditempuh sekitar 25 menit dari Bandara Internasional Lombok. Lokasinya yang relatif mudah dijangkau membuat desa ini dapat dimasukkan ke dalam agenda perjalanan wisata di Lombok Tengah.

Salah satu daya tarik budaya yang bisa disaksikan di Bonjeruk adalah Gendang Beleq. Kesenian musik tradisional tersebut menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat Lombok dan memberikan pengalaman tersendiri bagi pengunjung.

Selain budaya, Desa Bonjeruk menyimpan jejak sejarah yang menarik. Wisatawan dapat menjumpai bangunan bergaya Eropa yang berasal dari peninggalan masa kolonial Belanda.

Keberadaan bangunan tersebut menjadi bagian dari perjalanan sejarah Bonjeruk, terutama yang berkaitan dengan periode kerajaan hingga kolonial. Karena itu, wisatawan tidak hanya menikmati kehidupan pedesaan, tetapi juga dapat melihat peninggalan yang menggambarkan perjalanan kawasan tersebut pada masa lalu.

Desa Wisata Menawarkan Pengalaman Berbeda di Lombok

Keberadaan desa wisata semakin memperkaya pilihan destinasi ketika berkunjung ke Lombok. Wisatawan tidak harus selalu menjadikan pantai atau kawasan pegunungan sebagai tujuan utama selama berada di pulau ini.

Desa Bilebante, misalnya, menawarkan ketenangan melalui panorama persawahan dan aktivitas berbasis alam. Sementara itu, Desa Adat Sade menghadirkan pengalaman budaya melalui rumah tradisional, kehidupan masyarakat Sasak, serta kerajinan tenun.

Adapun Desa Bonjeruk menggabungkan kekayaan budaya dengan peninggalan sejarah. Pertunjukan Gendang Beleq dan bangunan peninggalan kolonial menjadi beberapa daya tarik yang dapat ditemukan di kawasan tersebut.

Mengunjungi desa wisata juga memberikan kesempatan kepada pelancong untuk melihat Lombok dari sudut pandang berbeda. Interaksi dengan masyarakat, pengenalan terhadap tradisi, kuliner, kerajinan, serta sejarah lokal dapat membuat perjalanan menjadi lebih beragam.

Dengan kekayaan tersebut, desa wisata di Lombok dapat menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin mendapatkan pengalaman liburan yang tidak hanya berfokus pada keindahan alam. Kehidupan masyarakat dan warisan budaya lokal justru dapat menjadi bagian menarik dari perjalanan menjelajahi Pulau Lombok.