Tren Investasi Emas – Investasi emas terus menjadi salah satu pilihan utama masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa Timur, di tengah kondisi ekonomi global yang masih di warnai ketidakpastian. Logam mulia di nilai mampu menjaga nilai aset dalam jangka panjang sehingga banyak investor memilihnya sebagai instrumen perlindungan kekayaan atau safe haven. Kondisi tersebut turut mendorong peningkatan penggunaan berbagai layanan investasi emas yang di tawarkan oleh sektor perbankan syariah.
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk melalui Regional Office (RO) VIII Surabaya mencatat pertumbuhan signifikan pada bisnis bullion selama lima bulan pertama tahun 2026. Berbagai produk berbasis emas mengalami peningkatan yang cukup tinggi, mulai dari tabungan emas, cicilan emas, hingga layanan gadai emas. Capaian ini menunjukkan semakin besarnya minat masyarakat terhadap investasi berbasis syariah yang di nilai aman sekaligus memberikan manfaat jangka panjang.
Tabungan Emas Menjadi Produk dengan Pertumbuhan Tertinggi
Selama periode Januari hingga Mei 2026, tabungan emas menjadi layanan yang mencatat pertumbuhan paling tinggi di BSI Regional Office VIII Surabaya. Jumlah rekening tabungan emas meningkat sekitar 92,57 persen di bandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut di tandai dengan bertambahnya lebih dari 31 ribu rekening baru. Angka tersebut mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mulai berinvestasi melalui instrumen yang relatif stabil. Di bandingkan aset lain yang lebih di pengaruhi fluktuasi pasar.
Kemudahan membuka rekening, nominal investasi yang terjangkau. Serta sistem pengelolaan berbasis syariah menjadi beberapa faktor yang membuat tabungan emas semakin di minati oleh berbagai lapisan masyarakat.
Produk Bullion Lainnya Ikut Mengalami Pertumbuhan
Tidak hanya tabungan emas yang menunjukkan performa positif, layanan bullion lainnya juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan sepanjang tahun berjalan.
Produk cicil emas mencatat pertumbuhan sekitar 89,6 persen secara tahunan. Layanan ini menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin memiliki emas tanpa harus menyediakan dana dalam jumlah besar di awal pembelian.
Sementara itu, produk gadai emas juga memperlihatkan peningkatan sebesar 74,1 persen di bandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Tingginya permintaan terhadap layanan ini menunjukkan bahwa emas tidak hanya di manfaatkan sebagai instrumen investasi. Tetapi juga sebagai aset yang dapat memberikan solusi kebutuhan dana dalam waktu singkat.
Kinerja positif seluruh produk bullion tersebut memperlihatkan bahwa emas masih memiliki daya tarik kuat sebagai instrumen keuangan yang fleksibel.

Tren Investasi Emas Meningkat, di Tengah Ketidakpastian Situasi Ekonomi Global
Ketidakpastian Ekonomi Global Mendorong Minat Investasi Emas
Regional CEO BSI Regional Office VIII Surabaya, Jajang Abdul Karim, menjelaskan bahwa pertumbuhan bisnis emas tidak terlepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memilih instrumen investasi yang memiliki risiko relatif lebih rendah.
Menurutnya, situasi ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil membuat banyak orang mencari aset yang mampu mempertahankan nilainya dalam jangka panjang. Dalam kondisi seperti itu, emas masih menjadi pilihan favorit karena di anggap memiliki karakteristik sebagai aset pelindung nilai.
Selain berfungsi sebagai instrumen investasi, emas juga memberikan fleksibilitas karena dapat di manfaatkan sebagai jaminan pembiayaan apabila pemiliknya membutuhkan dana secara cepat. Oleh sebab itu, produk bullion di nilai mampu menjawab berbagai kebutuhan finansial masyarakat, baik untuk perencanaan masa depan maupun kebutuhan likuiditas.
Generasi Muda Mulai Melirik Investasi Emas Syariah
Fenomena menarik lainnya adalah meningkatnya minat generasi muda terhadap investasi emas berbasis syariah. Jika sebelumnya investasi emas lebih banyak di minati kelompok usia matang. Kini kalangan Generasi Z dan milenial mulai aktif membangun portofolio investasi sejak usia produktif.
Kesadaran akan pentingnya pengelolaan keuangan mendorong banyak anak muda memilih investasi yang mudah di pahami, memiliki risiko relatif rendah, dan dapat dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan finansial.
Di sisi lain, kelompok usia yang lebih senior masih menjadikan emas sebagai instrumen perlindungan kekayaan dari dampak inflasi maupun ketidakpastian ekonomi global. Perbedaan tujuan investasi tersebut menunjukkan bahwa emas mampu menjangkau berbagai segmen masyarakat dengan kebutuhan finansial yang beragam.
Prospek Bisnis Emas Diperkirakan Terus Berkembang
Melihat tren yang terjadi sepanjang 2026, prospek bisnis emas di perkirakan masih memiliki peluang pertumbuhan yang cukup besar. Tingginya minat masyarakat terhadap produk investasi syariah, di dukung kemudahan akses layanan digital dan meningkatnya literasi keuangan, menjadi faktor penting yang mendorong perkembangan industri bullion.
Apabila kondisi ekonomi global masih bergerak dinamis, emas di perkirakan akan tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang di minati. Selain memiliki nilai yang cenderung stabil dalam jangka panjang. Emas juga menawarkan fleksibilitas bagi masyarakat yang ingin mengembangkan aset sekaligus memiliki cadangan dana saat di perlukan.
Dengan pertumbuhan yang terus berlanjut pada tabungan emas, cicilan emas, maupun layanan gadai emas. Bisnis bullion di proyeksikan menjadi salah satu sektor yang berpotensi memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan industri keuangan syariah di Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Timur.