Fahmi Satria Widjaya – berhasil meraih Piala Presiden setelah menunjukkan performa terbaik dalam ajang Mandiri Merdeka Master 2026. Kejuaraan berkuda tersebut berlangsung di The Hub Indonesia, Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada 9 Agustus 2026. Fahmi menjadi yang terbaik pada kelas Show Jumping 120cm Open.
Mandiri Merdeka Master 2026 merupakan kejuaraan berkuda yang lahir dari kolaborasi The Hub Indonesia dan Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi). Kompetisi ini menarik perhatian besar dari komunitas berkuda nasional.
Panitia mencatat sekitar 1.650 entries mengikuti rangkaian kejuaraan. Mereka berkompetisi dalam dua disiplin utama, yakni show jumping dan dressage. Jumlah tersebut sekaligus menunjukkan perkembangan positif olahraga berkuda di Indonesia.
Fahmi Satria Widjaya Kuasai Show Jumping 120cm Open
Persaingan menarik tersaji dalam kelas Show Jumping 120cm Open karena nomor tersebut memperebutkan Piala Presiden. Fahmi Satria Widjaya yang mewakili Arthayasa Stable akhirnya keluar sebagai pemenang.
Fahmi menunjukkan kemampuan terbaik bersama Starlight M. Selain itu, ia juga membawa Alabama Z menempati posisi kedua. Hasil tersebut membuat Fahmi mendominasi dua posisi teratas dalam kelas bergengsi tersebut.
Sementara itu, Nustrdinov Zayan Fatih dari DNV-W Equestrian mengamankan posisi ketiga. Ia berkompetisi bersama kudanya, Lenneke.
Berkat keberhasilan tersebut, Fahmi berhak membawa pulang Piala Presiden. Ia juga memperoleh hadiah berupa satu unit sepeda motor listrik.
Fahmi menyambut pencapaian itu dengan penuh rasa syukur. Momentum tersebut terasa semakin istimewa karena berlangsung menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Ia berharap kemenangan ini dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan pada kompetisi berikutnya.
James Mewengkang Raih Hadiah Mobil
Persaingan sengit juga berlangsung pada kelas Show Jumping 100cm Open. James Mewengkang dari ZZ Stable sukses mencatatkan hasil terbaik bersama Cleopatra.
Penampilan konsisten membawa James menuju posisi pertama. Ia pun mendapatkan hadiah utama berupa satu unit mobil.
James berhasil mengungguli Ferry Wahyu Hadiyanto dari Equinara Horse Sports. Sementara itu, Fadilla Darus yang mewakili K3 Equestrian melengkapi jajaran tiga besar.
Hasil tersebut memperlihatkan ketatnya persaingan pada berbagai kelas show jumping di Mandiri Merdeka Master 2026. Para peserta harus menunjukkan kemampuan mengendalikan kuda sekaligus menjaga kecepatan dan ketepatan saat melewati setiap rintangan.

Kejuaraan berkuda level internasional digelar pada Minggu 9 Agustus 2026 di The Hub Indonesia, Jl. Alternatif Cibubur, Jatisampurna dengan total peserta mencapai 1.650.
Show Jumping dan Dressage Digelar Terpisah
PP Pordasi memutuskan untuk memisahkan jadwal pertandingan show jumping dan dressage. Langkah tersebut bertujuan membuat penyelenggaraan kompetisi berjalan lebih efektif.
Ketua Harian PP Pordasi, Eddy Saddak, menjelaskan bahwa penyelenggara mengambil keputusan itu berdasarkan evaluasi kompetisi tahun sebelumnya. Ketika dua kategori memiliki jadwal yang sangat padat, pertandingan show jumping bahkan pernah berlangsung hingga dini hari.
Karena itu, penyelenggara tahun ini mengatur jadwal secara terpisah. Dengan sistem tersebut, pertandingan diharapkan dapat selesai paling lambat sekitar pukul 21.00.
Setelah rangkaian show jumping berakhir, kompetisi dressage dijadwalkan berlangsung mulai 13 hingga 16 Agustus 2026. PP Pordasi memperkirakan nomor tersebut dapat menarik sekitar 600 hingga 700 entries.
Jumlah itu berpotensi membuat keseluruhan peserta Mandiri Merdeka Master 2026 semakin besar.
Piala Presiden Tingkatkan Antusiasme Peserta
Perebutan Piala Presiden menjadi salah satu daya tarik utama Mandiri Merdeka Master 2026. Menurut Eddy, kehadiran penghargaan tersebut meningkatkan antusiasme peserta maupun masyarakat yang datang menyaksikan pertandingan.
Tingginya jumlah peserta juga menjadi sinyal positif bagi perkembangan olahraga berkuda nasional. Kondisi tersebut terasa semakin menarik karena sejumlah atlet berkuda papan atas Indonesia tengah menjalani persiapan di Eropa.
Para atlet tersebut mempersiapkan diri menuju Asian Games Nagoya yang dijadwalkan berlangsung pada September hingga Oktober 2026.
PP Pordasi sebelumnya memperkirakan keberangkatan atlet-atlet elite ke Eropa dapat memengaruhi jumlah peserta. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan kondisi berbeda. Banyak atlet muda tetap mendaftarkan diri dan ikut bersaing.
Fenomena tersebut memberikan harapan besar terhadap proses regenerasi atlet berkuda Indonesia.
Regenerasi Atlet Berkuda Indonesia Dinilai Menjanjikan
Wakil Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Ismail Ning, turut memberikan perhatian terhadap perkembangan olahraga berkuda nasional. Ia menilai cabang olahraga ini memiliki prospek yang menjanjikan, terutama pada nomor show jumping.
Setiap kelas show jumping mampu menarik puluhan peserta. Bahkan, beberapa kelas mencatat jumlah peserta hingga sekitar 50 orang sehingga penyelenggara perlu membagi pertandingan menjadi dua kelompok.
Besarnya jumlah atlet muda menjadi modal penting untuk membangun kekuatan berkuda Indonesia pada masa mendatang.
Menurut Ismail, sebagian peserta berpeluang berkembang menjadi atlet elite apabila mendapatkan pembinaan yang tepat. Mereka kemudian dapat menjadi kandidat untuk memperkuat tim nasional pada berbagai kompetisi internasional.
Saat ini, Indonesia memiliki sejumlah atlet berkuda yang dipersiapkan menuju Asian Games. Setelah atlet senior berkembang menuju level kompetisi yang lebih tinggi, generasi berikutnya diharapkan mampu mengisi posisi mereka.
Pola regenerasi tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga prestasi olahraga berkuda Indonesia. Kehadiran kompetisi seperti Mandiri Merdeka Master 2026 juga memberikan ruang bagi atlet muda untuk menambah pengalaman.
Keberhasilan Fahmi Satria Widjaya meraih Piala Presiden sekaligus menjadi salah satu sorotan dalam kompetisi tahun ini. Selain menghadirkan persaingan berkualitas, tingginya jumlah peserta memperlihatkan bahwa olahraga berkuda Indonesia memiliki basis atlet yang terus berkembang.