Forbes – terus memperbarui daftar miliarder dunia, termasuk peringkat orang terkaya di Indonesia, sebagai bagian dari pemantauan terhadap perubahan nilai aset para pengusaha. Pembaruan tersebut dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan pergerakan harga saham, perkembangan nilai perusahaan, serta kondisi industri yang dapat memengaruhi total kekayaan bersih setiap individu.
Data yang di rilis pada 30 Juni 2026 menunjukkan adanya perubahan di jajaran teratas daftar orang terkaya Indonesia. Pengusaha di sektor pertambangan batu bara, Low Tuck Kwong, kembali menempati posisi pertama. Setelah sebelumnya sempat berada di bawah Prajogo Pangestu. Pergeseran ini mencerminkan dinamika pasar yang terus berubah, terutama pada sektor energi, petrokimia, perbankan, hingga teknologi.
Daftar tersebut menjadi salah satu acuan yang banyak di perhatikan karena memperlihatkan perkembangan nilai kekayaan para pelaku usaha terbesar di Indonesia. Berdasarkan metode perhitungan yang di perbarui secara berkala.
Bagaimana Forbes Menghitung Kekayaan Para Miliarder?
Forbes menggunakan sistem pemantauan yang terus di perbarui untuk menghitung nilai kekayaan bersih para miliarder di seluruh dunia. Perhitungan dilakukan dengan menggabungkan berbagai faktor. Mulai dari kepemilikan saham di perusahaan publik, nilai perusahaan tertutup, hingga aset bisnis yang di miliki masing-masing individu.
Kepemilikan saham pada perusahaan terbuka mengalami pembaruan setiap beberapa menit selama bursa saham masih beroperasi. Sementara itu, harga saham yang digunakan dalam perhitungan mengikuti jeda waktu tertentu sesuai mekanisme pasar.
Untuk individu yang sebagian besar asetnya berasal dari perusahaan swasta, pembaruan nilai kekayaan dilakukan setiap hari. Nilai perusahaan tersebut kemudian di sesuaikan dengan kondisi industri dan pergerakan indeks pasar agar menghasilkan estimasi kekayaan yang lebih mendekati kondisi sebenarnya.
Dengan metode tersebut, posisi para miliarder dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti fluktuasi pasar modal maupun perkembangan bisnis yang mereka jalankan.
Low Tuck Kwong Kembali Menjadi Orang Terkaya di Indonesia
Berdasarkan pembaruan Forbes per 30 Juni 2026, Low Tuck Kwong berhasil menduduki posisi pertama sebagai orang terkaya di Indonesia.
Pendiri perusahaan tambang batu bara Bayan Resources itu memiliki estimasi kekayaan mencapai 16,4 miliar dolar AS, atau sekitar Rp293,7 triliun. Nilai tersebut menempatkannya di peringkat 171 dunia dalam daftar miliarder Forbes.
Kenaikan posisi Low Tuck Kwong sekaligus menggeser Prajogo Pangestu, yang pada awal Juni 2026 sempat berada di urutan pertama. Perubahan tersebut terjadi seiring dinamika harga saham dan perkembangan sektor usaha yang menjadi sumber utama kekayaan masing-masing.

Low Tuck Kwong.
Robert Budi Hartono dan Prajogo Pangestu Masih Bertahan di Posisi Teratas
Di bawah Low Tuck Kwong terdapat Robert Budi Hartono, yang menempati posisi kedua dengan total kekayaan sekitar 14,8 miliar dolar AS atau setara Rp265,5 triliun. Kekayaannya berasal dari bisnis perbankan dan industri tembakau yang telah lama menjadi salah satu pilar ekonomi nasional.
Sementara itu, Prajogo Pangestu berada di posisi ketiga dengan nilai kekayaan mencapai 13,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp249 triliun. Pengusaha yang di kenal melalui bisnis petrokimia dan energi tersebut masih menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam dunia industri Indonesia.
Meski mengalami perubahan peringkat, ketiga nama tersebut secara konsisten berada di kelompok teratas dalam daftar orang terkaya Indonesia selama beberapa tahun terakhir.
Daftar 10 Orang Terkaya di Indonesia Versi Forbes per 30 Juni 2026
Berikut daftar lengkap 10 orang terkaya di Indonesia berdasarkan pembaruan Forbes per Selasa, 30 Juni 2026.
- Low Tuck Kwong – Peringkat dunia 171 dengan kekayaan sekitar 16,4 miliar dolar AS, bergerak di sektor batu bara.
- Robert Budi Hartono – Peringkat dunia 201 dengan kekayaan 14,8 miliar dolar AS, berasal dari sektor perbankan dan tembakau.
- Prajogo Pangestu – Peringkat dunia 214 dengan total kekayaan 13,9 miliar dolar AS, berfokus pada industri petrokimia dan energi.
- Anthoni Salim – Peringkat dunia 333 dengan kekayaan sekitar 10,3 miliar dolar AS, memiliki bisnis yang tersebar di berbagai sektor.
- Sri Prakash Lohia – Peringkat dunia 423 dengan nilai kekayaan 8,5 miliar dolar AS, di kenal melalui bisnis petrokimia.
- Tahir dan keluarga – Peringkat dunia 432 dengan kekayaan 8,3 miliar dolar AS, memiliki investasi di berbagai bidang usaha.
- Otto Toto Sugiri – Peringkat dunia 531 dengan total kekayaan 7,4 miliar dolar AS, berkembang pesat melalui bisnis pusat data.
- Marina Budiman – Peringkat dunia 795 dengan kekayaan 5,3 miliar dolar AS, juga memperoleh sebagian besar aset dari industri pusat data.
- Lim Hariyanto Wijaya Sarwono – Peringkat dunia 1.009 dengan kekayaan 4,2 miliar dolar AS, bergerak pada sektor perkebunan kelapa sawit dan pertambangan nikel.
- Chairul Tanjung – Peringkat dunia 1.067 dengan estimasi kekayaan 4 miliar dolar AS, memiliki portofolio bisnis yang tersebar di berbagai sektor industri.
Dinamika Peringkat Di pengaruhi Pergerakan Pasar
Daftar orang terkaya versi Forbes bukan merupakan angka yang bersifat tetap. Nilai kekayaan setiap individu dapat mengalami kenaikan maupun penurunan dalam waktu singkat karena di pengaruhi perubahan harga saham, performa perusahaan, kondisi ekonomi global, hingga perkembangan sektor industri tempat mereka berinvestasi.
Oleh karena itu, perubahan posisi di dalam daftar bukan semata-mata di sebabkan oleh aktivitas bisnis baru, melainkan juga oleh fluktuasi nilai aset yang terjadi setiap hari. Kondisi tersebut menjadikan pembaruan Forbes sebagai salah satu referensi yang menggambarkan dinamika kekayaan para pengusaha terbesar di Indonesia maupun dunia secara lebih aktual.