Messi Bantah Bantuan Wasit menjadi pernyataan tegas yang di sampaikan kapten Timnas Argentina setelah timnya memastikan tiket final Piala Dunia 2026. Lionel Messi menolak tudingan bahwa perjalanan La Albiceleste di permudah oleh keputusan pengadil pertandingan maupun perlakuan khusus selama turnamen berlangsung.

Pemain berusia 39 tahun tersebut menyatakan keberhasilan Argentina merupakan hasil kemampuan pemain, kekompakan tim, dan kerja keras yang di bangun selama bertahun-tahun. Menurutnya, pencapaian menuju partai puncak tidak mungkin di raih hanya karena faktor keberuntungan.

Argentina Bangkit Dramatis Menghadapi Inggris

Argentina mengamankan tempat di final setelah mengalahkan Inggris dengan skor 2-1 pada pertandingan semifinal. Pasukan Lionel Scaloni sempat berada dalam tekanan karena tertinggal hingga laga memasuki menit ke-85.

Situasi berubah setelah Enzo Fernandez mencetak gol penyeimbang. Lautaro Martinez kemudian melengkapi kebangkitan Argentina melalui gol penentu kemenangan. Hasil tersebut memperpanjang perjalanan mengesankan sang juara bertahan sepanjang Piala Dunia 2026.

Sebelum mencapai semifinal, Argentina juga harus melalui sejumlah pertandingan sulit. Mereka menghadapi perlawanan sengit dari Mesir, Cape Verde, dan Swiss. Messi menilai keberhasilan melewati berbagai situasi tersebut memperlihatkan kekuatan mental timnya.

Messi Bantah Bantuan Wasit

Kapten Timnas Argentina Lionel Messi (kanan) bertanding dalam laga semifinal antara Inggris vs Argentina pada Piala Dunia FIFA 2026 di Atlanta Stadium, Atlanta, Amerika Serikat, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB.

Kritik terhadap Keputusan Wasit

Perjalanan Argentina menuju final tidak terlepas dari kontroversi. Sejumlah pihak menilai beberapa keputusan wasit pada fase gugur memberikan keuntungan kepada pasukan Lionel Scaloni.

Pelatih Swiss, Murat Yakin, sempat menyampaikan kekecewaan setelah timnya tersingkir. Salah satu keputusan yang di persoalkan adalah kartu kuning kedua untuk Breel Embolo setelah insiden dengan Leandro Paredes. Hukuman itu membuat Swiss harus melanjutkan pertandingan dengan sepuluh pemain.

Keluhan juga muncul dari kubu Mesir setelah mengalami kekalahan 2-3. Asosiasi Sepak Bola Mesir memprotes sejumlah keputusan yang di anggap merugikan timnya. Pelatih Hossam Hassan bahkan melontarkan dugaan keberpihakan kepada Messi dan Argentina.

Berbagai tuduhan tersebut kemudian berkembang menjadi perdebatan luas di media sosial. Namun, Scaloni meminta pemainnya tetap berkonsentrasi dan tidak terpengaruh oleh beragam komentar yang belum tentu memiliki dasar kuat.

Messi Menegaskan Kualitas Argentina

Messi menilai keberhasilan Argentina mencapai dua final Piala Dunia secara beruntun menjadi jawaban paling tepat atas kritik yang muncul. Ia menegaskan konsistensi tim dalam beberapa tahun terakhir tidak tercipta secara kebetulan.

Argentina mampu mempertahankan posisinya di jajaran tim elite dunia berkat persiapan matang dan kebersamaan seluruh anggota skuad. Messi juga mengingatkan bahwa tekanan selalu muncul ketika sebuah tim memperoleh pencapaian besar.

Enzo Fernandez turut memberikan respons setelah mencetak gol ke gawang Inggris. Selebrasi dengan menangkupkan tangan ke telinga di sebut sebagai luapan emosi sekaligus jawaban terhadap komentar miring yang terus mengiringi Argentina.

Fokus Menghadapi Spanyol di Final

Lionel Scaloni memastikan isu bantuan wasit tidak mengganggu persiapan tim. Menurutnya, keberadaan teknologi VAR membuat setiap keputusan penting dapat di tinjau secara lebih terbuka.

Argentina kini mengalihkan perhatian sepenuhnya menuju pertandingan final melawan Spanyol. Laga tersebut menjadi kesempatan bagi Messi dan rekan-rekannya untuk mempertahankan gelar juara sekaligus membuktikan bahwa perjalanan mereka di bangun melalui kualitas permainan dan mentalitas kuat.