Olahraga Sebagai Investasi Strategis – menjadi salah satu gagasan yang di dorong Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir dalam pengembangan sektor olahraga nasional. Pemerintah ingin mengubah cara pandang terhadap olahraga karena sektor ini memiliki peluang untuk menciptakan aktivitas ekonomi baru sekaligus menggerakkan berbagai industri pendukung.

Erick menyampaikan pandangan tersebut ketika membuka Indonesia Sports Summit 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Jumat (11/9/2026). Dalam forum itu, ia menyoroti besarnya peluang yang dapat Indonesia kembangkan melalui industri olahraga dan sport tourism.

Menurut Erick, Indonesia perlu melihat penyelenggaraan kegiatan olahraga dari perspektif yang lebih luas. Sebuah pertandingan atau kejuaraan tidak hanya berkaitan dengan prestasi atlet. Di balik kegiatan tersebut terdapat perputaran ekonomi yang melibatkan banyak sektor, mulai dari transportasi, akomodasi, kuliner, penyedia perlengkapan, media, hingga pelaku usaha di sekitar lokasi acara.

Karena itu, pemerintah ingin menempatkan olahraga sebagai bagian dari investasi jangka panjang. Pendekatan tersebut membutuhkan keterlibatan banyak pihak agar manfaat ekonominya dapat berkembang secara berkelanjutan.

Kolaborasi Jadi Kunci Pengembangan Industri Olahraga

Erick menilai Indonesia mempunyai potensi besar untuk memperluas industri olahraga. Meski demikian, kontribusi sektor tersebut terhadap perekonomian nasional masih perlu ditingkatkan apabila dibandingkan dengan perkembangan industri olahraga secara global.

Ia kemudian menekankan pentingnya menyatukan arah antara pemerintah, dunia usaha, penyelenggara kegiatan, komunitas, serta masyarakat. Kolaborasi dapat membuka lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan kompetisi profesional maupun menghadirkan kegiatan olahraga berskala internasional.

Erick menegaskan olahraga seharusnya tidak lagi hanya ditempatkan sebagai komponen biaya. Sebaliknya, sektor tersebut perlu di perlakukan sebagai investasi karena mampu menciptakan efek ekonomi yang menjangkau berbagai bidang.

Perubahan pendekatan itu juga mendorong pemerintah untuk melihat keberhasilan sebuah kegiatan olahraga bukan hanya melalui jumlah penonton atau prestasi peserta. Dampak terhadap perekonomian daerah hingga peluang usaha yang muncul selama penyelenggaraan acara turut menjadi indikator penting.

Liga Sepak Bola dan MotoGP Mandalika Jadi Contoh

Sejumlah kompetisi yang berlangsung di Indonesia menunjukkan bahwa aktivitas olahraga dapat menghasilkan perputaran ekonomi. Erick mengambil liga sepak bola nasional sebagai salah satu contoh.

Kompetisi sepak bola melibatkan banyak unsur ekonomi di luar klub dan pemain. Kehadiran penonton dapat meningkatkan kebutuhan transportasi, makanan dan minuman, merchandise, akomodasi, serta berbagai layanan lainnya.

Selain sepak bola, Erick turut menyoroti penyelenggaraan MotoGP Mandalika. Menurutnya, dampak ekonomi dari ajang balap internasional tersebut juga telah menjadi bagian dari perhitungan yang dilakukan Danantara.

Keberadaan dampak tersebut memperkuat alasan untuk melakukan pengukuran ekonomi terhadap setiap kegiatan olahraga secara lebih sistematis. Dengan data yang jelas, pemerintah maupun pelaku usaha dapat mengetahui seberapa besar manfaat sebuah kompetisi bagi perekonomian.

Menpora Erick Thohir membahas olahraga sebagai investasi strategis dalam Indonesia Sports Summit 2026.

Pembukaan Indonesia Sports Summit 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat (11/09/2026).

IBL hingga Padel Punya Peluang Ekonomi

Potensi serupa tidak hanya datang dari sepak bola dan olahraga otomotif. Erick melihat cabang olahraga lain juga mempunyai kesempatan untuk membangun ekosistem bisnis yang kuat.

Indonesian Basketball League (IBL), misalnya, dapat menciptakan aktivitas ekonomi melalui pertandingan profesional, sponsor, penjualan tiket, hak komersial, hingga keterlibatan komunitas penggemar.

Sementara itu, padel yang semakin berkembang juga membuka ruang ekonomi baru. Pertumbuhan komunitas dapat mendorong pembangunan fasilitas olahraga, bisnis penyewaan lapangan, penjualan perlengkapan, penyelenggaraan turnamen, hingga munculnya sponsor.

Oleh sebab itu, Erick mendorong penghitungan dampak ekonomi dari setiap kegiatan olahraga. Langkah tersebut dapat membantu pemerintah dan pemangku kepentingan menentukan strategi pengembangan yang sesuai dengan karakter masing-masing cabang.

Sport Tourism Bisa Menggerakkan Banyak Sektor

Selain kompetisi profesional, sport tourism menjadi peluang lain yang mendapat perhatian. Konsep tersebut menggabungkan kegiatan olahraga dengan perjalanan wisata sehingga manfaat ekonominya dapat menjangkau lebih banyak sektor.

Ketika sebuah daerah menjadi tuan rumah pertandingan atau kejuaraan, peserta dan penonton membutuhkan penginapan, transportasi, makanan, serta berbagai kebutuhan selama berada di lokasi. Kondisi tersebut dapat menciptakan peluang bagi hotel, restoran, UMKM, penyedia jasa perjalanan, hingga destinasi wisata di sekitar arena.

Indonesia mempunyai modal besar untuk mengembangkan konsep tersebut karena memiliki beragam destinasi sekaligus basis penggemar olahraga yang luas. Namun, pengembangannya membutuhkan ekosistem yang mempermudah investasi serta penyelenggaraan kegiatan.

Kemenpora Siapkan Ekosistem Sport In Indonesia

Sebagai bagian dari upaya memperkuat industri olahraga, Kementerian Pemuda dan Olahraga mengembangkan Sport In Indonesia. Ekosistem tersebut di rancang sebagai pintu terintegrasi untuk berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan olahraga nasional.

Melalui sistem tersebut, pemerintah ingin menyederhanakan akses terhadap berbagai informasi dan layanan. Cakupannya antara lain informasi mengenai sejarah olahraga, kebutuhan visa, peluang investasi, hingga kebutuhan penyelenggaraan kegiatan olahraga.

Integrasi tersebut diharapkan dapat mengurangi berbagai hambatan yang selama ini dihadapi investor maupun penyelenggara acara. Dengan akses informasi yang lebih terpusat, pihak yang ingin berinvestasi atau menggelar kompetisi di Indonesia dapat memperoleh kebutuhan mereka melalui jalur yang lebih sederhana.

Pada akhirnya, pemerintah ingin membangun industri olahraga yang tidak hanya berorientasi pada prestasi. Ekosistem yang kuat juga harus mampu menciptakan nilai ekonomi, membuka kesempatan usaha, memperluas lapangan pekerjaan, dan mendorong perkembangan sport tourism.

Indonesia Sports Summit 2026 pun menjadi salah satu momentum untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun arah tersebut. Jika pemerintah, sektor swasta, komunitas, dan masyarakat mampu menjalankan kolaborasi secara konsisten, olahraga berpeluang berkembang menjadi salah satu sektor investasi yang memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian Indonesia.