Maluku Tenggara – peristiwa penikaman yang menewaskan Ketua DPD II Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, akhirnya mulai menemukan titik terang. Aparat kepolisian mengungkap bahwa motif utama di balik aksi kekerasan tersebut di duga kuat di latarbelakangi oleh dendam pribadi antara pelaku dan korban.

Kapolres Maluku Tenggara, Rian Sehendi, menjelaskan bahwa hasil penyelidikan sementara menunjukkan adanya konflik lama yang menjadi pemicu tindakan brutal tersebut. Berdasarkan keterangan pelaku, dendam tersebut telah berlangsung sejak mereka masih berada di Jakarta.

Konflik Lama di Jakarta Jadi Pemicu

Menurut keterangan pihak kepolisian, permasalahan antara korban dan kedua pelaku bukanlah hal baru. Konflik tersebut telah terjadi sebelumnya saat mereka berada di ibu kota, meskipun detail terkait akar persoalan belum diungkap secara rinci oleh pihak berwenang.

Kapolres menyebutkan bahwa motif dendam ini menjadi fokus utama dalam proses penyidikan yang masih terus berlangsung. Polisi saat ini masih mendalami hubungan antara pelaku dan korban guna mengungkap latar belakang konflik secara lebih komprehensif.

Penangkapan Pelaku Berlangsung Cepat

Setelah melakukan aksi penikaman, kedua pelaku yang di ketahui berinisial HR (28) dan FU (36) langsung melarikan diri dari lokasi kejadian. Namun, upaya mereka untuk bersembunyi tidak berlangsung lama.

Tim kepolisian bergerak cepat dan berhasil mengamankan kedua pelaku dalam waktu kurang dari dua jam setelah kejadian. Penangkapan dilakukan di wilayah Maluku Tenggara, tempat pelaku bersembunyi usai melancarkan aksinya.

Kapolres mengapresiasi kerja sama berbagai pihak, termasuk keluarga, yang turut membantu proses penangkapan tersebut. Hal ini di nilai sangat membantu aparat dalam mempercepat pengungkapan kasus.

Maluku Tenggara

Foto: Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Rian Suhendi.

Kronologi Penikaman di Bandara

Insiden tragis ini terjadi di Bandara Karel Sadsuitubun, yang terletak di Kecamatan Kei Kecil, pada Minggu, 19 April 2026, sekitar pukul 11.25 WIT. Saat kejadian, korban baru saja tiba setelah melakukan perjalanan dari Jakarta.

Tanpa di duga, korban menjadi sasaran penikaman yang dilakukan oleh dua pelaku. Serangan tersebut menyebabkan korban mengalami luka fatal hingga akhirnya meninggal dunia.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa pihak kepolisian segera melakukan tindakan cepat begitu menerima laporan terkait insiden tersebut.

Polisi Masih Dalami Kasus

Meskipun kedua pelaku telah di amankan, proses penyelidikan belum sepenuhnya selesai. Pihak kepolisian masih terus menggali informasi lebih lanjut terkait motif, kronologi detail, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

Kasus ini menjadi perhatian publik, mengingat korban merupakan figur penting dalam struktur politik daerah. Aparat berkomitmen untuk mengusut tuntas peristiwa ini agar memberikan kejelasan hukum serta rasa keadilan bagi semua pihak.

Dengan perkembangan yang ada, di harapkan penyelidikan dapat segera mengungkap seluruh fakta di balik kejadian ini, termasuk latar belakang konflik yang berujung pada tindakan kekerasan fatal tersebut.