Hanania Group – Influencer dan selebgram Keanu Angelo memenuhi panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya terkait penyelidikan kasus dugaan penipuan perjalanan umrah yang melibatkan Hanania Group. Kehadiran Keanu menjadi bagian dari proses pengumpulan informasi yang di lakukan kepolisian untuk mengungkap fakta di balik kasus yang merugikan banyak jamaah tersebut.
Setelah menjalani pemeriksaan selama beberapa jam, Keanu menyampaikan penjelasan mengenai bentuk kerja sama yang pernah ia lakukan dengan Hanania Group. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menerima pembayaran dalam bentuk uang untuk mempromosikan layanan perjalanan umrah milik perusahaan tersebut.
Menurut Keanu, kerja sama yang terjalin menggunakan sistem barter. Pihak Hanania Group memberikan fasilitas perjalanan umrah, sementara dirinya membagikan pengalaman dan testimoni selama menjalankan ibadah melalui akun media sosial yang di milikinya.
Kerja Sama Promosi Berbasis Pengalaman Umrah
Keanu menjelaskan bahwa seluruh konten yang ia unggah berfokus pada pengalaman pribadi selama menjalankan ibadah umrah. Ia membuat dokumentasi perjalanan, membagikan aktivitas selama berada di Tanah Suci, serta memberikan ulasan berdasarkan pengalaman yang ia rasakan secara langsung.
Dalam kesepakatan tersebut, Hanania Group tidak memberikan honorarium ataupun dana promosi. Sebagai gantinya, perusahaan menyediakan fasilitas keberangkatan umrah sesuai dengan perjanjian yang telah di sepakati kedua belah pihak.
Keanu menilai pola kerja sama seperti itu cukup umum dalam dunia pemasaran digital. Banyak perusahaan memanfaatkan sistem barter untuk memperkenalkan layanan mereka kepada masyarakat melalui konten yang di buat para influencer.
Namun, ia menekankan bahwa kerja sama tersebut tidak berkaitan dengan pengelolaan dana jamaah maupun aktivitas operasional perusahaan.
Penyidik Periksa Dokumen dan Riwayat Transaksi
Dalam pemeriksaan, penyidik mengajukan sekitar 25 pertanyaan yang mencakup berbagai aspek kerja sama antara Keanu dan Hanania Group. Pertanyaan tersebut meliputi proses perkenalan, pembahasan kontrak, bentuk promosi yang di lakukan, hingga detail keberangkatan umrah.
Untuk mendukung keterangannya, Keanu membawa sejumlah dokumen penting. Ia menyerahkan salinan kontrak kerja sama dan data mutasi rekening koran pada periode yang relevan dengan keberangkatan umrah.
Dokumen tersebut mencakup transaksi keuangan selama Agustus 2024, serta satu bulan sebelum dan sesudah periode tersebut. Melalui dokumen itu, Keanu ingin menunjukkan bahwa tidak ada aliran dana dari Hanania Group ke rekening pribadinya.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap proses penyidikan yang sedang berlangsung.

Selebgram atau pemengaruh bernama Muhammad Miftahuda atau lebih dikenal dengan nama Keanu Angelo (tengah) didampingi kuasa hukumnya Charles P. Situmorang (kiri) saat ditemui usai memenuhi panggilan Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan penipuan jemaah oleh biro perjalanan umrah Hanania Group, Senin (8/6/2026).
Awal Hubungan dengan Hanania Group
Keanu mengungkapkan bahwa ia pertama kali bertemu dengan pimpinan Hanania Group pada awal Mei 2024. Pertemuan tersebut membuka peluang kerja sama promosi yang kemudian berlanjut ke tahap pembahasan kontrak.
Pada akhir Mei 2024, kedua pihak menandatangani perjanjian kerja sama secara resmi. Setelah itu, Keanu bersama beberapa anggota timnya berangkat menjalankan ibadah umrah pada periode 29 Juli hingga 10 Agustus 2024.
Selama perjalanan berlangsung, ia aktif membuat berbagai konten yang menampilkan pengalaman spiritual, fasilitas perjalanan, serta aktivitas selama berada di Makkah dan Madinah. Konten tersebut kemudian menjadi bagian dari strategi promosi perusahaan untuk menjangkau calon jamaah.
Keanu Akui Terkejut dengan Munculnya Kasus
Munculnya dugaan penipuan yang menyeret nama Hanania Group membuat Keanu merasa terkejut. Sebelum menerima tawaran kerja sama, ia mengaku telah melakukan pengecekan terhadap legalitas dan rekam jejak perusahaan.
Keanu menelusuri berbagai informasi terkait izin operasional, status perusahaan, serta reputasi layanan yang di miliki Hanania Group. Hasil pencarian yang ia lakukan saat itu menunjukkan bahwa perusahaan memiliki legalitas yang lengkap dan menjalankan kegiatan usaha secara resmi.
Selain itu, banyak ulasan positif yang beredar mengenai layanan perusahaan tersebut. Faktor-faktor tersebut membuat Keanu yakin untuk menerima kerja sama yang ditawarkan.
Karena alasan itu, ia tidak menyangka perusahaan yang pernah bekerja sama dengannya kini menghadapi persoalan hukum yang cukup serius.
Polisi Fokus Menelusuri Aliran Dana
Di sisi lain, Polda Metro Jaya terus memperluas penyelidikan terhadap kasus Hanania Group. Penyidik kini memusatkan perhatian pada aliran dana yang berasal dari para jamaah dan penggunaan dana tersebut oleh pihak perusahaan.
Tim penyidik juga menelusuri aset yang berhubungan dengan tersangka utama guna mendukung proses pemulihan kerugian korban. Selain itu, kepolisian memeriksa sejumlah pihak yang pernah terlibat dalam kegiatan promosi perusahaan, termasuk para influencer yang membantu pemasaran layanan umrah.
Melalui proses tersebut, aparat penegak hukum berharap dapat memetakan seluruh aliran dana secara transparan dan mengungkap fakta secara menyeluruh.
Kesimpulan
Kasus Hanania Group masih memasuki tahap penyelidikan mendalam. Dalam situasi tersebut, Keanu Angelo memilih bersikap terbuka dan kooperatif dengan memenuhi panggilan penyidik serta menyerahkan dokumen yang di perlukan.
Keanu menegaskan bahwa dirinya hanya menjalankan kerja sama promosi berbasis barter dan tidak pernah menerima dana endorsement dari Hanania Group. Ia berharap proses hukum dapat berjalan secara objektif sehingga seluruh fakta terungkap dengan jelas dan para korban memperoleh kepastian hukum yang mereka harapkan.