Tim SAR Gabungan – Operasi pencarian terhadap korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, resmi di akhiri setelah berlangsung selama sepuluh hari. Keputusan tersebut di tetapkan melalui evaluasi bersama yang melibatkan Basarnas, tim SAR gabungan, pemerintah daerah, serta perwakilan keluarga korban.
Selama masa pencarian, tim gabungan telah mengerahkan personel, armada laut, dan berbagai metode pencarian untuk menyisir area yang di perkirakan menjadi lokasi korban. Namun, hingga hari terakhir operasi, tidak di temukan perkembangan baru yang dapat mengarah pada keberadaan korban yang masih hilang. Atas dasar itu, operasi SAR di nyatakan selesai sesuai prosedur yang berlaku.
Evaluasi Menjadi Dasar Penghentian Operasi
Penutupan operasi dilakukan setelah seluruh wilayah pencarian di periksa sesuai rencana yang telah di susun sejak hari pertama insiden. Tim SAR gabungan menilai seluruh sektor prioritas telah di sisir secara maksimal sehingga peluang menemukan korban melalui operasi aktif semakin kecil.
Basarnas menjelaskan bahwa keputusan tersebut bukan di ambil secara sepihak, melainkan melalui pembahasan bersama seluruh unsur yang terlibat dalam operasi. Dengan mempertimbangkan hasil pencarian selama sepuluh hari, seluruh pihak akhirnya menyepakati penghentian misi SAR.
Meskipun demikian, penghentian operasi bukan berarti upaya penanganan berhenti sepenuhnya. Basarnas tetap membuka komunikasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat apabila di kemudian hari muncul informasi baru yang berkaitan dengan korban yang belum di temukan.
Data Korban Berdasarkan Verifikasi Terbaru
Setelah dilakukan pendataan ulang, jumlah penumpang KM Nurul Salsa yang berada di atas kapal saat kejadian tercatat sebanyak 76 orang. Data tersebut di peroleh melalui proses verifikasi yang melibatkan berbagai pihak agar informasi yang di sampaikan benar-benar akurat.
Dari total tersebut, sebanyak 58 penumpang berhasil di evakuasi dalam kondisi selamat. Selain itu, empat korban di temukan dalam keadaan meninggal dunia selama proses pencarian berlangsung.
Sementara itu, hingga operasi resmi di tutup, masih terdapat 14 orang yang belum di ketahui keberadaannya. Tim SAR telah melakukan penyisiran di sejumlah titik yang di perkirakan menjadi jalur hanyut korban, tetapi tidak di temukan petunjuk baru yang dapat di jadikan dasar untuk melanjutkan operasi aktif.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan, memberikan keterangan terkait perkembangan operasi pencarian dan penyelamatan di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (24/7/2026).
Basarnas Siap Menindaklanjuti Informasi Baru
Walaupun operasi pencarian telah berakhir, Basarnas memastikan akan tetap merespons setiap laporan yang berkaitan dengan korban KM Nurul Salsa. Apabila terdapat informasi baru dari masyarakat, nelayan, maupun instansi lain, langkah lanjutan akan di lakukan sesuai mekanisme pencarian dan pertolongan yang berlaku.
Pendekatan tersebut bertujuan agar setiap informasi yang berpotensi membantu proses pencarian tetap dapat di tindaklanjuti secara cepat. Oleh karena itu, masyarakat di sekitar wilayah perairan Selayar di imbau segera melapor apabila menemukan benda, puing kapal, atau indikasi lain yang di duga berkaitan dengan insiden tersebut.
Kolaborasi Tim Gabungan Selama Operasi
Proses pencarian melibatkan kerja sama berbagai unsur, mulai dari Basarnas Makassar hingga sejumlah kantor SAR di wilayah lain. Selain itu, dukungan juga datang dari TNI, Polri, pemerintah daerah, instansi terkait, relawan, komunitas nelayan, dan masyarakat sekitar.
Kolaborasi lintas instansi tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan operasi, mulai dari penyisiran jalur laut, pemantauan wilayah pesisir, hingga pengumpulan informasi dari warga setempat. Berkat koordinasi yang terjalin, proses pencarian dapat berlangsung sesuai rencana meskipun menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
Basarnas menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel dan relawan yang telah berpartisipasi selama operasi berlangsung. Dedikasi dan kerja sama seluruh unsur di nilai menjadi wujud komitmen bersama dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.
Kesimpulan
Operasi pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa resmi di akhiri setelah memasuki hari kesepuluh. Berdasarkan hasil verifikasi, kapal tersebut membawa 76 penumpang, dengan rincian 58 orang selamat, empat meninggal dunia. Dan 14 lainnya masih belum di temukan.
Walaupun operasi aktif telah di hentikan, Basarnas menegaskan bahwa koordinasi tetap akan dilakukan apabila muncul informasi baru mengenai korban. Dengan demikian, peluang untuk melakukan tindak lanjut tetap terbuka sesuai prosedur yang berlaku.