Tujuh Kuliner Legendaris Semarang – Semarang tidak hanya menawarkan wisata sejarah dan bangunan tua yang menarik untuk dikunjungi. Ibu kota Jawa Tengah ini juga menyimpan kekayaan kuliner yang telah berkembang selama puluhan tahun. Bahkan, beberapa tempat makan sudah melayani pelanggan sejak sebelum Indonesia merdeka.
Perjalanan panjang Semarang sebagai kota perdagangan ikut membentuk karakter kulinernya. Pertemuan berbagai budaya, termasuk Jawa, Tionghoa, dan Eropa, melahirkan beragam hidangan dengan ciri khas tersendiri. Pengaruh tersebut masih mudah ditemukan dalam sejumlah makanan populer di kota ini.
Menariknya, banyak kuliner lama tetap bertahan di tengah munculnya berbagai tempat makan modern. Sebagian bahkan berkembang menjadi tujuan wisata kuliner yang banyak dicari wisatawan ketika berkunjung ke Semarang.
Mulai dari lumpia, es puter, sate kambing, hingga soto, berikut tujuh kuliner legendaris Semarang yang telah bertahan selama beberapa generasi.
1. Toko Oen, Hadir Sejak 1936
Toko Oen menjadi salah satu tempat makan klasik yang terkenal di Semarang. Tempat ini mulai beroperasi pada 1936 dan masih mempertahankan nuansa tempo dulu sebagai salah satu daya tariknya.
Pengunjung dapat menikmati beragam pilihan es krim klasik serta hidangan dengan pengaruh kuliner Belanda. Beberapa pilihan yang tersedia antara lain Pofferthes Ice Cream dan Pannekoek Ice Cream. Pengunjung juga dapat memilih rasa es krim seperti vanila, cokelat, moka, dan stroberi.
Selain makanan manis, Toko Oen menawarkan kroket, risoles, lumpia, bitterballen, bistik hamburg, hingga pasta. Harga menu tersedia mulai kisaran Rp35.000. Toko ini berlokasi di Jalan Pemuda Nomor 52, Semarang.
2. Lumpia Mbak Lien
Lumpia menjadi salah satu makanan yang identik dengan Semarang. Salah satu tempat yang mempertahankan kuliner tersebut adalah Lumpia Mbak Lien.
Usaha kuliner ini telah hadir sejak dekade 1930-an dan terus melayani pelanggan hingga sekarang. Dalam sehari, penjualannya bahkan dapat mencapai sekitar 1.000 buah lumpia.
Isian klasiknya memadukan rebung, telur orak-arik, suwiran ayam, dan udang. Pembeli dapat memilih lumpia basah maupun goreng.
Seiring perkembangan selera konsumen, tersedia pula beberapa variasi isian yang lebih modern, seperti kepiting, keju mozzarella, smoked beef, dan jamur. Harga satu lumpia mulai sekitar Rp18.000.
Lumpia Mbak Lien berada di Jalan Pemuda Gang Grajen Nomor 1, Pandansari, Semarang Tengah.
3. Lumpia Gang Lombok
Pilihan lain bagi pencinta lumpia adalah Lumpia Gang Lombok. Kuliner ini telah hadir sejak sekitar dekade 1940-an dan memiliki sejarah yang berkaitan dengan perpaduan budaya Jawa dan Tionghoa.
Pada awal perkembangannya, pasangan Jawa-Tionghoa memperkenalkan lumpia dengan isian rebung, telur, dan udang. Mereka semula menjajakan makanan tersebut dengan berkeliling di kawasan Pecinan sebelum akhirnya menetap di Gang Lombok.
Saat ini, pembeli tetap dapat memilih lumpia basah atau goreng. Lumpia basah dapat bertahan sekitar 12 jam, sedangkan versi goreng dapat bertahan hingga kurang lebih 24 jam.
Harga satu buah lumpia berada di kisaran Rp20.000. Lokasinya berada di Gang Lombok Nomor 11, Semarang.
4. Es Puter Cong Lik
Wisata kuliner Semarang juga menawarkan sajian menyegarkan berupa Es Puter Cong Lik. Penjual es tradisional ini telah hadir sejak 1944.
Ada empat pilihan rasa utama, yakni kelapa, cokelat, alpukat, dan durian. Dari beberapa pilihan tersebut, durian menjadi salah satu varian yang banyak diminati pelanggan.
Dalam penyajiannya, es puter mendapat tambahan daging kelapa, pacar cina, serta potongan roti. Pengunjung juga dapat menambahkan durian atau buah siwalan untuk membuat isiannya semakin lengkap.
Harga seporsinya berkisar antara Rp20.000 hingga Rp40.000. Es Puter Cong Lik dapat ditemukan di Jalan KH Ahmad Dahlan Nomor 11, Semarang.

Toko Oen Semarang
5. Sate dan Gule Kambing 29
Pencinta olahan kambing dapat memasukkan Sate dan Gule Kambing 29 ke daftar tujuan kuliner. Tempat makan yang berdiri sejak 1945 ini terkenal melalui sate kambing dan gulai dengan cita rasa rempah.
Pelanggan dapat memesan sate berisi daging saja atau mencampurnya dengan jeroan seperti hati, jantung, dan ginjal. Penjual melengkapi sajian sate dengan irisan bawang merah, cabai rawit merah, dan jeruk nipis.
Selain sate dan gulai, tersedia pula sate buntel, sumsum, serta balungan. Harga 10 tusuk sate berada di kisaran Rp82.500.
Lokasinya berada di Jalan Letjen Suprapto Nomor 29, tepat di kawasan Kota Lama Semarang dan tidak jauh dari Gereja Blenduk.
6. Tahu Gimbal Pak Man
Tahu gimbal merupakan kuliner khas Semarang lainnya yang menarik untuk dicoba. Salah satu tempat yang cukup lama menjual hidangan tersebut adalah Tahu Gimbal Pak Man yang telah beroperasi sejak sekitar 1950-an.
Satu porsi tahu gimbal menggabungkan tahu goreng, lontong, tauge, kol mentah, telur dadar, serta gimbal udang. Penjual kemudian menyiram seluruh bahan dengan saus kacang bercita rasa khas.
Campuran petis dan bawang putih mentah dalam saus turut memberikan karakter rasa yang kuat. Perpaduan tekstur dari berbagai bahan membuat tahu gimbal memiliki sensasi berbeda dalam setiap suapan.
Harga seporsinya sekitar Rp25.000. Pengunjung dapat menemukannya di Jalan Plampitan Nomor 54, Bangunharjo, Semarang Tengah.
7. Soto Bangkong Semarang
Daftar kuliner legendaris Semarang juga mencakup Soto Bangkong. Usaha kuliner ini telah hadir sejak 1950 dan terkenal dengan sajian soto ayamnya.
Seporsi soto berisi suwiran ayam kampung, bihun atau soun, tauge, irisan tomat, serta taburan bawang merah dan bawang putih. Kuah bening berwarna kecokelatan kemudian menyatukan berbagai isian tersebut.
Pengunjung juga dapat melengkapi soto dengan sate ayam, sate tempe, atau perkedel. Selain soto, tempat makan ini menyediakan ayam goreng sebagai pilihan menu lainnya.
Harga satu porsi soto berada di kisaran Rp17.000. Soto Bangkong berlokasi di Ruko Bangkong Plaza, Jalan Majapahit Nomor 1, Peterongan, Semarang Selatan.
Kuliner Lama Menjadi Bagian dari Identitas Semarang
Keberadaan tempat makan yang mampu bertahan selama puluhan tahun menunjukkan kuatnya tradisi kuliner di Semarang. Setiap hidangan tidak hanya menawarkan rasa, tetapi juga membawa cerita mengenai perjalanan masyarakat dan perkembangan kota dari masa ke masa.
Pengaruh budaya yang beragam juga membuat pilihan makanan di Semarang memiliki karakter yang unik. Lumpia menunjukkan kuatnya perpaduan budaya Jawa dan Tionghoa, sementara sejumlah menu klasik lainnya memperlihatkan jejak pengaruh Eropa.
Karena itu, menjelajahi Semarang dapat menjadi kesempatan untuk mengenal kota melalui makanan. Mulai dari menikmati es krim klasik hingga mencicipi lumpia dan soto, berbagai kuliner legendaris tersebut masih menjadi bagian dari daya tarik wisata Semarang hingga sekarang.