Aktris AI Fang Taozi – menjadi fenomena baru di industri hiburan China setelah berhasil menarik perhatian ratusan ribu pengguna media sosial hanya dalam waktu singkat. Penampilannya yang menyerupai manusia, lengkap dengan kemampuan berakting dan karakter yang terasa natural, membuat banyak penonton tertarik mengikuti perjalanan sosok virtual tersebut.
Fang digambarkan sebagai perempuan muda berambut hitam panjang dengan penampilan menarik. Namun, berbeda dari bintang drama pada umumnya, sosok tersebut sepenuhnya merupakan karakter yang diciptakan menggunakan teknologi artificial intelligence (AI).
Popularitasnya berkembang dengan cepat. Dalam sekitar dua bulan, akun media sosial Fang berhasil mendekati angka 400.000 pengikut. Berbagai drama pendek yang menampilkan dirinya juga dikabarkan telah mengumpulkan sekitar 250 juta tayangan.
Drama Fang Taozi Menarik Perhatian Penonton
Salah satu produksi yang membuat nama Fang semakin di kenal adalah drama pendek berjudul The Laid-off Girl. Ceritanya mengikuti perjalanan seorang perempuan dari kota kecil yang memutuskan merantau ke kota metropolitan Shangnan.
Karakter tersebut memiliki impian untuk membangun karier sebagai model. Namun, perjalanan mencapai cita-cita tidak berjalan mudah. Ia harus menghadapi berbagai persoalan pekerjaan dan kehidupan di kota besar.
Cerita itu kemudian memperlihatkan proses Fang tumbuh dan beradaptasi dengan lingkungan barunya. Pendekatan tersebut membuat karakter virtual ini terasa dekat dengan kehidupan sebagian penonton.
Menariknya, pengembang Fang tidak menggambarkannya sebagai perempuan dengan penampilan sempurna sepanjang waktu. Detail fisiknya justru dibuat menyerupai manusia biasa.
Wajah Fang memiliki pori-pori, noda kecil, hingga kerutan. Riasannya juga dapat terlihat memudar setelah menjalani aktivitas panjang. Ketika melakukan kegiatan fisik, keringat muncul di wajah, rambut menjadi kurang rapi, dan pakaiannya terlihat basah.
Detail semacam inilah yang membuat karakter tersebut berbeda dari sejumlah figur virtual yang cenderung tampil sempurna.
Kepribadian Fang Dibuat Lebih Mirip Manusia
Kemiripan Fang dengan manusia tidak berhenti pada penampilan fisik. Pembuat karakter ini juga memberikan kepribadian yang lebih kompleks.
Fang tidak selalu tampil sebagai perempuan tangguh yang mampu menyelesaikan semua persoalan dengan mudah. Dalam beberapa situasi, ia menunjukkan kelemahan, melakukan kompromi, bahkan berusaha mencari solusi yang paling mudah ketika menghadapi masalah.
Pendekatan tersebut membuat penonton dapat melihat sisi yang lebih realistis dari karakter virtual tersebut. Fang akhirnya tampil layaknya perempuan muda biasa yang sedang berusaha menjalani kehidupan dan mengejar impian.
Popularitasnya kemudian meluas ke media sosial. Sejak membuka akun pada pertengahan Juni 2026, Fang telah mengunggah puluhan video tentang kesehariannya.
Kontennya mencakup kegiatan memasak, berolahraga, hingga menghadiri acara mode di Paris. Puluhan video tersebut secara keseluruhan telah menghasilkan sekitar 28 juta tanda suka.
Fang bahkan memiliki asisten virtual bernama Mimi. Sosok tersebut juga mempunyai akun media sosial dengan puluhan ribu pengikut. Sementara itu, karakter Zhou Yiheng yang berperan sebagai pasangan Fang dalam drama turut mendapatkan perhatian besar berkat interaksi keduanya.
Popularitas Aktris AI Mulai Menghasilkan Endorsement
Pengaruh Fang tidak hanya terlihat dari jumlah pengikut dan tayangan. Sejumlah perempuan di China mulai meniru gaya rambut maupun riasan yang di tampilkan karakter tersebut.
Popularitas ini kemudian membuka peluang komersial. Fang mulai muncul dalam konten promosi produk, termasuk kampanye sebuah produk lensa kontak berwarna.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa karakter berbasis kecerdasan buatan mulai memasuki wilayah yang sebelumnya identik dengan influencer manusia.
Namun, penggunaan karakter AI untuk mempromosikan produk juga menimbulkan perdebatan. Sebagian pengguna menilai ulasan produk tertentu, khususnya yang berkaitan langsung dengan tubuh manusia, akan lebih meyakinkan apabila dilakukan oleh orang sungguhan.
Di sisi lain, kemampuan karakter virtual menarik perhatian konsumen membuat pelaku industri mulai mempertimbangkan AI sebagai alternatif baru dalam kegiatan pemasaran.

Fang dan artis lain yang dibuat oleh AI.
Kehadiran AI Memunculkan Kekhawatiran Aktor Manusia
Kesuksesan Fang menghadirkan sisi lain dari perkembangan teknologi di industri hiburan China. Sejumlah aktor manusia mulai menghadapi tekanan akibat meningkatnya produksi drama berbasis AI.
Xu Peng menjadi salah satu contoh perubahan tersebut. Aktor berusia sekitar 30 tahun itu sebelumnya di kenal melalui berbagai drama mikro dan pernah memainkan karakter seperti pemimpin perusahaan hingga seorang raja.
Ketika industri drama pendek berkembang pesat, jadwal pekerjaannya sempat sangat padat. Ia bahkan menjalani proses produksi selama belasan jam dalam sehari.
Namun, perkembangan teknologi mengubah kondisi industri dengan cepat. Kesempatan bekerja untuk aktor manusia mulai berkurang ketika perusahaan produksi semakin banyak memanfaatkan AI.
Xu kemudian di ketahui membantu keluarganya menjual sayuran di pasar lokal. Meski demikian, ia memandang perubahan tersebut sebagai bagian dari perjalanan hidup. Menurutnya, akting merupakan sebuah profesi dan seseorang tetap dapat mencari pekerjaan lain ketika kesempatan di industri hiburan berkurang.
Mantan Bintang Drama Mikro Beralih Menjadi Petani
Nasib serupa di alami Zhang Xiaolei. Aktor berusia 28 tahun tersebut pernah membintangi sekitar 200 judul drama mikro sebelum perkembangan karakter AI semakin mendominasi industri.
Zhang kemudian beralih menjalani kehidupan sebagai petani cabai di Provinsi Qinghai, China. Ia juga menjual hasil pertaniannya di pasar lokal.
Perubahan tersebut terasa sangat besar di bandingkan masa ketika jadwal syutingnya masih penuh. Zhang menyebut periode 2023 hingga 2025 sebagai salah satu masa terbaik bagi industri drama mikro.
Setelah teknologi AI berkembang semakin luas, jumlah tawaran pekerjaan yang di terimanya menurun drastis.
Perubahan industri memang berlangsung cepat. Berdasarkan laporan yang beredar, sebagian besar dari sekitar 128.000 drama pendek yang di rilis pada kuartal pertama 2026 disebut melibatkan produksi berbasis AI, dengan jumlah mencapai sekitar 122.000 judul.
Aktris AI Jadi Tantangan Baru Industri Hiburan
Fenomena Fang Taozi memperlihatkan bagaimana kecerdasan buatan mulai mengubah batas antara manusia dan karakter digital dalam industri hiburan.
Teknologi memungkinkan karakter virtual memiliki penampilan, kepribadian, aktivitas media sosial, bahkan peluang komersial yang sebelumnya hanya di miliki selebritas manusia.
Bagi perusahaan produksi, AI berpotensi menawarkan proses pembuatan konten yang lebih fleksibel. Namun, perkembangan tersebut sekaligus memunculkan persoalan mengenai masa depan pekerja kreatif, terutama aktor yang menggantungkan penghasilan pada industri drama pendek.
Popularitas Fang menunjukkan bahwa penonton dapat membangun kedekatan dengan karakter yang sebenarnya tidak pernah hidup di dunia nyata. Pada saat yang sama, pengalaman Xu Peng dan Zhang Xiaolei memperlihatkan dampak nyata perubahan teknologi terhadap pekerja hiburan.
Kondisi tersebut membuat industri drama China menghadapi babak baru. Persaingan pada masa mendatang mungkin tidak lagi hanya berlangsung antara satu aktor dengan aktor lainnya, tetapi juga antara manusia dengan karakter yang sepenuhnya di ciptakan oleh kecerdasan buatan.