Gaikindo – Industri otomotif nasional masih menghadapi berbagai tantangan sepanjang 2026. Meski penjualan kendaraan mengalami penurunan pada Mei di bandingkan bulan sebelumnya, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) tetap mempertahankan keyakinannya bahwa target penjualan sebesar 850 ribu unit hingga akhir tahun masih berada dalam jalur yang realistis.

Optimisme tersebut di dasarkan pada tren penjualan kumulatif yang masih menunjukkan pertumbuhan di bandingkan periode yang sama tahun lalu. Selain itu, meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi juga di nilai menjadi salah satu faktor yang dapat menopang pasar otomotif Indonesia sepanjang sisa tahun ini.

Penjualan Mobil Menurun pada Mei 2026

Data terbaru memperlihatkan bahwa penjualan mobil nasional mengalami perlambatan selama Mei 2026. Penurunan terjadi baik pada penjualan wholesales, yakni distribusi kendaraan dari pabrikan kepada jaringan dealer, maupun retail sales yang mencerminkan penjualan langsung kepada konsumen.

Wholesales pada Mei tercatat sebanyak 69.219 unit, turun sekitar 14,31 persen di banding April yang mencapai 80.779 unit. Sementara itu, penjualan retail juga mengalami koreksi menjadi 71.890 unit dari sebelumnya 75.736 unit, atau menurun sekitar 5,08 persen.

Meski demikian, perlambatan tersebut di nilai sebagai kondisi yang masih wajar mengingat adanya faktor musiman yang memengaruhi perilaku konsumsi masyarakat.

Gaikindo Tetap Percaya Target 850 Ribu Unit Bisa Dicapai

Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, menegaskan bahwa asosiasi belum memiliki alasan untuk merevisi target penjualan kendaraan nasional sebanyak 850 ribu unit pada 2026.

Menurutnya, evaluasi hingga Mei menunjukkan bahwa performa pasar otomotif masih lebih baik di bandingkan tahun sebelumnya. Walaupun belum tersedia data lengkap untuk Juni, capaian lima bulan pertama sudah memberikan sinyal positif terhadap prospek industri.

Kukuh juga menjelaskan bahwa kondisi tahun ini berbeda dengan 2025 yang sempat memperoleh dorongan dari berbagai insentif pemerintah untuk kendaraan listrik murni. Meski saat ini sejumlah stimulus tersebut tidak lagi berlaku, penjualan kendaraan elektrifikasi tetap menunjukkan tren pertumbuhan.

Kendaraan Elektrifikasi Terus Mendominasi Pertumbuhan

Perkembangan kendaraan ramah lingkungan menjadi salah satu pendorong utama pasar otomotif Indonesia. Mobil listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV) masih mencatatkan performa yang cukup kuat meskipun insentif pembelian telah berakhir.

Pada 2025, penjualan wholesales kendaraan listrik murni mencapai 103.931 unit. Angka tersebut melonjak lebih dari 140 persen di bandingkan pencapaian tahun 2024 yang berada di kisaran 43.188 unit.

Sementara itu, selama periode Januari hingga April 2026, distribusi kendaraan BEV telah menyentuh angka 47.781 unit. Capaian tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap mobil listrik tetap tinggi meskipun tanpa dukungan insentif sebesar tahun sebelumnya.

Selain mobil listrik murni, kendaraan elektrifikasi lainnya seperti Hybrid Electric Vehicle (HEV) dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) juga mengalami peningkatan penjualan yang cukup signifikan.

Sepanjang 2025, penjualan kendaraan hybrid mencapai 65.943 unit atau meningkat sekitar 10 persen di bandingkan tahun sebelumnya. Adapun kendaraan PHEV mencatat lonjakan yang jauh lebih tinggi dengan total penjualan 5.270 unit, naik drastis di bandingkan hanya 136 unit pada 2024.

Secara keseluruhan, kendaraan elektrifikasi kini telah menguasai sekitar 26,1 persen pangsa pasar otomotif nasional. Artinya, satu dari setiap empat mobil baru yang terjual di Indonesia saat ini merupakan kendaraan berbasis teknologi elektrifikasi, baik BEV, HEV, maupun PHEV.

Gaikindo optimistis penjualan mobil Indonesia mencapai 850 ribu unit pada 2026

Suasana pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2024 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (18/7).

Tantangan Industri Masih Berada pada Tingkat Kandungan Lokal

Walaupun penjualan kendaraan elektrifikasi berkembang pesat, Gaikindo menilai masih terdapat pekerjaan rumah yang harus di selesaikan. Terutama terkait peningkatan penggunaan komponen lokal.

Saat ini, tingkat kandungan dalam negeri pada kendaraan listrik di nilai masih belum mampu menyamai kendaraan bermesin konvensional yang telah lama di produksi di Indonesia. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri apabila industri ingin menciptakan rantai pasok yang lebih kuat. Sekaligus meningkatkan daya saing sektor manufaktur otomotif nasional.

Pengembangan industri komponen lokal menjadi aspek penting agar pertumbuhan kendaraan elektrifikasi tidak hanya meningkatkan angka penjualan. Tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi industri dalam negeri.

Libur Sekolah Diperkirakan Memengaruhi Penjualan Pertengahan Tahun

Gaikindo juga memperkirakan bahwa penjualan kendaraan selama Juni hingga Juli berpotensi mengalami perlambatan. Kondisi tersebut bukan di sebabkan oleh melemahnya daya beli masyarakat. Melainkan karena adanya perubahan prioritas pengeluaran rumah tangga selama musim libur sekolah.

Pada periode tersebut, sebagian besar masyarakat cenderung mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan rekreasi dan perjalanan bersama keluarga di bandingkan melakukan pembelian kendaraan baru.

Setelah masa liburan berakhir dan aktivitas pendidikan kembali berjalan normal. Permintaan kendaraan di perkirakan akan kembali meningkat seiring membaiknya pola konsumsi masyarakat.

Kinerja Kumulatif Masih Lebih Baik Dibanding Tahun Sebelumnya

Meskipun penjualan bulanan mengalami penurunan, pencapaian kumulatif sepanjang Januari hingga Mei 2026 masih menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Distribusi wholesales tercatat mencapai 359.015 unit, meningkat 40.671 unit dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang membukukan 318.344 unit.

Sementara itu, penjualan retail selama lima bulan pertama 2026 mencapai 359.490 unit atau bertambah sekitar 29.004 unit di bandingkan Januari–Mei tahun lalu yang sebesar 330.486 unit.

Kinerja tersebut memperlihatkan bahwa industri otomotif Indonesia masih memiliki momentum pertumbuhan yang cukup kuat. Dengan dukungan meningkatnya permintaan terhadap kendaraan elektrifikasi serta stabilnya pasar domestik, target penjualan nasional sebesar 850 ribu unit hingga akhir 2026 di nilai masih sangat memungkinkan untuk di wujudkan.