Satresnarkoba Polrestabes Medan – Peredaran narkotika masih menjadi tantangan serius bagi aparat penegak hukum di berbagai daerah. Salah satu upaya pemberantasan kembali dilakukan oleh kepolisian melalui penggerebekan sebuah barak yang di duga menjadi lokasi aktivitas penyalahgunaan dan peredaran narkoba di kawasan Klambir V, Kota Medan, Sumatera Utara. Operasi tersebut berlangsung dramatis karena petugas sempat menghadapi perlawanan dari puluhan warga yang meminta seorang terduga pelaku di bebaskan.

Penggerebekan ini tidak hanya berujung pada penangkapan seorang terduga pengedar, tetapi juga pembongkaran serta pembakaran barak yang di duga selama ini di gunakan sebagai tempat transaksi dan penyalahgunaan narkotika. Aparat menegaskan akan terus melakukan tindakan tegas terhadap segala bentuk aktivitas peredaran narkoba maupun pihak yang menghambat proses penegakan hukum.

Polisi Lakukan Penggerebekan di Lokasi Tersembunyi

Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan melaksanakan operasi penggerebekan pada Selasa malam, 28 Juli 2026. Sasaran operasi merupakan sebuah barak yang berada di kawasan Klambir V, Kota Medan. Lokasi tersebut di kenal cukup sulit di jangkau karena berada di balik semak belukar di sekitar bantaran sungai.

Kasatres Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, menjelaskan bahwa personel harus melewati jalan setapak yang sempit dan cukup terjal sebelum tiba di lokasi. Kondisi medan tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan operasi.

Sesampainya di lokasi, petugas langsung melakukan penyergapan terhadap barak yang di duga menjadi tempat aktivitas peredaran narkotika. Kehadiran polisi membuat sejumlah orang yang berada di dalam area tersebut berusaha melarikan diri ke berbagai arah.

Sejumlah Terduga Pelaku Berusaha Kabur

Saat penggerebekan berlangsung, beberapa orang yang di duga terlibat dalam aktivitas narkoba memilih melarikan diri. Bahkan, sebagian di antaranya nekat melompat ke sungai demi menghindari penangkapan.

Meski demikian, aparat berhasil mengamankan seorang pria berinisial FS yang di duga terlibat dalam jaringan peredaran narkoba di lokasi tersebut. Terduga pelaku kemudian di amankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Selain melakukan penangkapan, polisi juga menyisir area barak guna mencari barang bukti yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana narkotika. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya sejumlah barang yang di duga di gunakan dalam aktivitas penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.

Polisi Temukan Sabu dan Berbagai Barang Bukti

Dalam proses penggeledahan, petugas menemukan satu paket yang di duga berisi narkotika jenis sabu. Selain itu, polisi juga mengamankan puluhan alat hisap yang di duga di gunakan untuk mengonsumsi narkoba.

Tidak hanya itu, aparat turut menemukan ratusan plastik klip kosong yang umumnya di gunakan sebagai kemasan narkotika siap edar. Sejumlah uang tunai juga di amankan karena di duga berkaitan dengan aktivitas transaksi di lokasi tersebut.

Seluruh barang bukti kemudian di bawa ke Satresnarkoba Polrestabes Medan untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Polisi juga akan mendalami kemungkinan adanya jaringan lain yang beroperasi di kawasan tersebut.

Petugas Polrestabes Medan menggerebek dan membakar barak narkoba di Klambir V setelah menangkap seorang terduga pengedar serta mengamankan barang bukti.

Polrestabes Medan menggerebek barak narkoba di balik semak belukar dekat pinggiran sungai di daerah Klambir V, Kota Medan pada Selasa (28/7/2026).

Barak Di bongkar dan Di bakar Agar Tidak Di gunakan Kembali

Usai mengamankan lokasi beserta barang bukti, petugas mengambil langkah lanjutan dengan menghancurkan bangunan yang di jadikan barak. Setelah di bongkar, bangunan tersebut kemudian di bakar sebagai upaya mencegah lokasi kembali di manfaatkan untuk aktivitas ilegal.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi pemberantasan sarang narkoba yang di nilai dapat menjadi pusat peredaran maupun penyalahgunaan zat terlarang. Dengan menghilangkan fasilitas yang di gunakan para pelaku, aparat berharap aktivitas serupa tidak lagi berlangsung di lokasi tersebut.

Pembongkaran dan pembakaran barak dilakukan di bawah pengawasan aparat keamanan guna memastikan proses berjalan dengan aman dan terkendali.

Puluhan Warga Hadang Polisi Saat Evakuasi Terduga Pelaku

Situasi sempat memanas ketika proses pembongkaran berlangsung. Puluhan warga mendatangi lokasi dan menghadang petugas yang tengah membawa FS keluar dari kawasan tersebut.

Menurut keterangan kepolisian, warga meminta agar terduga pelaku di lepaskan. Kondisi tersebut membuat aparat harus mengambil langkah persuasif agar situasi tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Polisi kemudian memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai proses hukum yang sedang berjalan. Setelah dilakukan pendekatan secara humanis, situasi berhasil di kendalikan tanpa terjadi bentrokan.

FS akhirnya tetap di bawa menuju Satresnarkoba Polrestabes Medan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Polisi Tegaskan Tidak Ada Toleransi bagi Penghalang Penegakan Hukum

Pihak kepolisian menegaskan bahwa pemberantasan peredaran narkoba akan terus di lakukan secara konsisten. Aparat juga mengingatkan bahwa setiap tindakan yang menghambat proses penegakan hukum dapat di proses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kasatres Narkoba Polrestabes Medan AKBP Rafli Yusuf Nugraha menyampaikan bahwa institusinya tidak akan memberikan ruang kompromi terhadap siapa pun yang berupaya menghalangi tugas aparat dalam memberantas tindak pidana narkotika.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan masyarakat sekaligus menekan angka peredaran narkoba di wilayah Kota Medan. Polisi juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas yang di duga berkaitan dengan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika, sehingga upaya pemberantasan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.