Space One PIK 2 – Kebakaran yang melanda gedung hiburan Space One di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, pada Senin (3/8/2026), mengakibatkan kerugian material yang di perkirakan melebihi Rp1 miliar. Besarnya nilai kerusakan di pengaruhi oleh luas bangunan serta banyaknya fasilitas di dalam gedung yang terdampak kobaran api dan asap.

Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tangerang bergerak cepat ke lokasi untuk mengendalikan api agar tidak merambat ke area lain. Berkat penanganan tersebut, kebakaran berhasil di atasi tanpa menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Sementara itu, penyebab pasti insiden masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak berwenang.

Kerugian Kebakaran Di Perkirakan Mencapai Lebih dari Rp1 Miliar

Komandan Pos Kosambi Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tangerang, Husni, menyampaikan bahwa nilai kerugian akibat kebakaran di perkirakan melampaui Rp1 miliar. Estimasi tersebut di dasarkan pada kondisi bangunan yang memiliki area cukup luas serta banyaknya bagian interior yang mengalami kerusakan.

Menurutnya, hampir seluruh area di dalam gedung di penuhi sekat-sekat ruangan yang berfungsi sebagai ruang hiburan. Struktur bangunan yang terdiri atas banyak ruang saling terhubung membuat dampak kebakaran menjadi lebih besar di bandingkan bangunan dengan ruang terbuka.

Selain merusak sejumlah fasilitas, kebakaran juga menyebabkan bagian interior mengalami kerusakan akibat panas dan asap tebal yang memenuhi hampir seluruh ruangan. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan yang lebih hati-hati agar api benar-benar padam dan tidak kembali menyala.

Meski nilai kerugian sementara telah di perkirakan, angka tersebut masih dapat berubah setelah proses pendataan serta pemeriksaan terhadap seluruh aset yang terdampak selesai dilakukan.

Interior Gedung Mempercepat Penyebaran Asap

Petugas menjelaskan bahwa bagian dalam gedung di dominasi ruangan karaoke berukuran besar yang di pisahkan oleh sekat-sekat permanen. Setiap ruangan saling terhubung sehingga asap dapat menyebar dengan cepat ke berbagai sisi bangunan.

Di dalam ruangan juga terdapat material peredam suara berupa glasswool. Material tersebut diketahui menghasilkan asap dalam jumlah besar ketika terbakar. Akibatnya, meskipun kobaran api tidak terlalu besar, kepulan asap pekat tetap memenuhi ruangan dan menyulitkan proses penanganan.

Karakteristik glasswool yang mudah mengeluarkan bara juga membuat petugas harus memastikan tidak ada titik api yang masih tersisa setelah proses pemadaman selesai. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk menghindari kemungkinan api kembali muncul.

Kondisi inilah yang menjadi salah satu tantangan utama saat proses pemadaman berlangsung. Tim harus bekerja secara bertahap dengan membuka akses ke sejumlah ruangan agar sirkulasi udara membaik sekaligus memastikan seluruh bara benar-benar padam.

Kebakaran di gedung di PIK 2, Kabupaten Tangerang, Senin (3/8/2026).

Kebakaran di gedung di PIK 2, Kabupaten Tangerang, Senin (3/8/2026).

Dugaan Awal Mengarah pada Korsleting Listrik

Berdasarkan informasi awal di lokasi kejadian, kebakaran di duga di picu oleh korsleting listrik. Dugaan tersebut masih bersifat sementara dan belum menjadi kesimpulan resmi.

Pihak Dinas Pemadam Kebakaran menegaskan bahwa penyebab pasti kebakaran baru dapat di pastikan setelah seluruh proses investigasi selesai. Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) bersama pihak terkait akan melakukan pemeriksaan untuk mencari sumber api dan memastikan faktor penyebab insiden.

Karena itu, petugas meminta masyarakat tidak berspekulasi mengenai penyebab kebakaran hingga hasil penyelidikan resmi di umumkan oleh aparat berwenang.

Space One Pernah Mengalami Kebakaran Sebelumnya

Husni mengungkapkan bahwa insiden kali ini bukan merupakan kebakaran pertama yang terjadi di gedung Space One. Berdasarkan catatan yang di miliki petugas, bangunan tersebut sebelumnya juga pernah mengalami kejadian serupa.

Fakta tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi pihak terkait. Evaluasi terhadap sistem keamanan gedung, instalasi listrik, hingga kesiapan sarana pencegahan kebakaran di nilai penting untuk meminimalkan risiko terulangnya insiden di masa mendatang.

Pemeriksaan terhadap sistem proteksi kebakaran juga di harapkan dapat memberikan gambaran mengenai langkah-langkah yang perlu di perbaiki agar keselamatan pengunjung maupun pekerja tetap terjamin.

Lima Armada Dikerahkan, Tidak Ada Korban Jiwa

Dalam upaya mengatasi kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tangerang mengerahkan lima unit armada ke lokasi. Seluruh personel bekerja untuk mengendalikan api sekaligus memastikan tidak ada titik panas yang tersisa di dalam bangunan.

Berkat respons cepat petugas, api berhasil di padamkan tanpa menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Seluruh proses evakuasi dan pengamanan area berjalan dengan baik sehingga situasi dapat di kendalikan.

Meski demikian, area gedung masih berada dalam pengawasan aparat karena proses penyelidikan masih berlangsung. Hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan penyebab pasti kebakaran sekaligus langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.